1. Beranda
  2. Keagamaan
  3. Organisasi

KH Bahauddin Mundur Demi Hindari Rangkap Jabatan, PWNU Sumut Tetapkan Rois Antarwaktu

Oleh ,

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara menggelar Rapat Pleno di Kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batanghari, Medan, Sabtu (25/7/2026), yang memutuskan menerima pengunduran diri KH Bahauddin AR Nasution, Lc dan menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara masa jabatan antarwaktu periode 2022–2027.

GIMIC.ID, MEDAN – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara masa jabatan antarwaktu periode 2022–2027 menggantikan KH Bahauddin AR Nasution, Lc. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pleno PWNU Sumatera Utara yang berlangsung di Kantor PWNU Sumut, Jalan Sei Batanghari, Medan, Sabtu (25/7/2026).

Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Syuriyah PWNU Sumatera Utara pada 23 Januari 2026 yang membahas pengunduran diri KH Bahauddin sebagai Rois PWNU Sumatera Utara.

Dalam rapat pleno dijelaskan bahwa pengunduran diri KH Bahauddin telah disampaikan secara resmi melalui surat pernyataan bermeterai tertanggal 6 Oktober 2025, serta diperkuat dengan rekaman suara yang berisi penegasan langsung mengenai alasan pengunduran dirinya.

Berdasarkan surat pernyataan tersebut, KH Bahauddin mengundurkan diri dari jabatan Rois PWNU Sumatera Utara untuk menghindari rangkap jabatan setelah terpilih sebagai Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Mandailing Natal pada Konferensi Cabang (Konfercab) VI PCNU Mandailing Natal yang digelar di Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru pada 6–7 Oktober 2025.

Dalam rekaman suara yang diperdengarkan di hadapan peserta rapat pleno, KH Bahauddin menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.

"Berhubung karena peraturan di Nahdlatul Ulama menurut anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, bahwa Rais Syuriyah itu tidak dibenarkan menjadi pengurus di dua tempat," ujar KH Bahauddin.

Ia mengungkapkan, setelah terpilih sebagai Rais Syuriyah PCNU Mandailing Natal, dirinya diminta menentukan pilihan antara tetap menjadi Rois PWNU Sumatera Utara atau mengemban amanah di tingkat cabang.

"Karena itulah saya terpilih di Madina di waktu konferensi yang baru lalu menjadi Rais Syuriyah. Di situ ada pertimbangan langsung ketua PWNU menanyakan saya mana saya pilih PW atau PC. Maka saya memilih PC karena saya bertempat di Madina," katanya.

Menurut KH Bahauddin, keputusan tersebut juga didasari pertimbangan efektivitas dalam menjalankan tugas organisasi karena domisilinya berada di Kabupaten Mandailing Natal.

"Saya memilih PC karena saya bertempat di Madina, lebih dekat, lebih cepat kalau ada urusan-urusan. Karena itulah kawan-kawan semua, dengan jelasnya surat pengunduran saya sudah saya berikan sama ketua PW, untuk administrasi. Dan mulai dari tanggal itu saya menjadi Rais Syuriyah di Madina, tidak lagi di PW," tegasnya.

Keputusan itu dinilai sejalan dengan ketentuan AD/ART NU, Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU, serta peraturan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mengatur larangan rangkap jabatan pada tingkatan kepengurusan organisasi.

Rapat pleno dipimpin oleh KH Abdul Hamid Ritonga bersama H. Marahalim Harahap dan dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Sumatera Utara, para ketua badan otonom, serta pimpinan lembaga di lingkungan PWNU Sumatera Utara.

Setelah mendengarkan laporan hasil Rapat Syuriyah, mencermati surat pengunduran diri, serta rekaman pernyataan KH Bahauddin, forum pleno secara mufakat menerima pengunduran diri tersebut dan menetapkan KH Abdul Hamid Ritonga sebagai Rois PWNU Sumatera Utara masa jabatan antarwaktu untuk melanjutkan sisa masa khidmat 2022–2027.

PWNU Sumatera Utara berharap kepemimpinan baru dapat menjaga kesinambungan program organisasi, memperkuat konsolidasi internal, serta meningkatkan peran Nahdlatul Ulama dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat di Sumatera Utara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga