Edison Marbun: Demokrasi Harus Hadirkan Kesejahteraan, Lintas 98 Sumut Dukung Program Prabowo
Edison Marbun menyampaikan pernyataan politik Lintas 98 Sumut bersama 98 Resolution Network di Medan, Jumat (26/6/2026).
GIMIC.ID, MEDAN – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Lintas 98 Sumatera Utara bersama 98 Resolution Network menyatakan dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dukungan tersebut disampaikan melalui pernyataan politik bertajuk "Dari Merdeka Bersuara Menuju Pemerataan Kesejahteraan Bersama Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Medan, Jumat (26/6/2026).
Juru Bicara 98 Resolution Network, Turman Simanjuntak, mengatakan pernyataan tersebut merupakan respons atas dinamika politik nasional yang berkembang, termasuk munculnya kritik dari sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa terhadap pemerintahan saat ini.
"Kami mencoba menyikapi dinamika politik yang terjadi belakangan ini. Kami tidak masuk dalam ruang perdebatan, tetapi ingin menyampaikan bahwa banyak cita-cita reformasi 1998 justru mulai diimplementasikan pada pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Turman.
Ia menegaskan, sebagai aktivis Reformasi 1998 yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran, pihaknya tetap akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
"Kami akan mengawal kebijakan pemerintah agar berjalan baik. Namun di sisi lain, kami juga akan tetap memberikan kritik dan masukan demi perbaikan tata kelola pemerintahan," katanya.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Edison Marbun, mengajak seluruh pelaku Reformasi 1998 melakukan introspeksi terhadap perjalanan reformasi selama hampir tiga dekade.
Menurut Edison, demokrasi politik selama ini belum sepenuhnya diiringi dengan demokratisasi ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat belum merata.
"Selama 28 tahun reformasi masih terdapat kekurangan. Jika demokrasi politik tidak berjalan simultan dengan demokratisasi ekonomi, maka yang terjadi hanya demokrasi semu. Apalagi ketika sumber daya alam dikuasai segelintir kelompok, maka demokrasi politik akan kehilangan makna bagi kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Edison menambahkan, Indonesia harus menjalankan sistem sosio-demokrasi, bukan demokrasi liberal yang hanya berorientasi pada kebebasan politik tanpa memastikan akses masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.
Delapan Sikap Politik
Dalam pernyataan politik tersebut, Lintas 98 Sumut bersama 98 Resolution Network menyampaikan delapan poin sikap, di antaranya:
- Mendukung langkah pemerintah dalam pemberantasan korupsi, termasuk penyitaan aset hasil tindak pidana korupsi untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.
- Mendukung pemberantasan korupsi dari hulu, khususnya pada sektor pengelolaan sumber daya alam dan kebocoran penerimaan negara.
- Mendukung penertiban kawasan hutan serta redistribusi lahan secara transparan kepada masyarakat.
- Mengawal semangat antikorupsi dan efisiensi birokrasi agar tidak terjadi penyalahgunaan kebijakan.
- Mendukung restrukturisasi APBN yang diarahkan untuk memperkuat program-program kerakyatan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan tetap mendorong evaluasi tata kelolanya.
- Menegaskan bahwa anggaran pendidikan tetap meningkat sesuai amanat konstitusi sehingga tidak dikurangi akibat program MBG.
- Mengajak seluruh elemen bangsa memberikan kritik yang konstruktif terhadap pemerintah tanpa menghambat program-program strategis nasional.
- Mendorong persatuan nasional dalam menghadapi tantangan geopolitik global serta mendukung berbagai program pro-rakyat dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Edison Marbun, dukungan yang diberikan bukan berarti tanpa kritik. Justru, sebagai bagian dari gerakan reformasi, mereka akan terus mengawal agar seluruh kebijakan pemerintah berjalan sesuai semangat reformasi, berpihak kepada rakyat, serta bebas dari praktik korupsi.
Pernyataan politik tersebut ditandatangani oleh 24 tokoh yang tergabung dalam Lintas 98 Sumut, di antaranya Turman Simanjuntak, Ikhyar Harahap, Edison Marbun, Thomas Tarigan, Amru Siregar, Herianto, Nugroho Wicaksono, Victor A. Sinaga, Maruli Samosir, Jonni Silitonga, Charles Butar Butar, Ferdinan Tumanggor, Eky Raub, Indra, Hanafi, Indra Mada Ritonga, Yudhi Ramadhan, Batara Panjaitan, Mara Sakti Siregar, Suria Marlinta Sembiring, Maruli Wils Daryanto, Bendry Sagala, Usman Damanik, dan Indra Novindra.
Melalui pernyataan tersebut, Lintas 98 Sumut berharap pemerintahan Prabowo-Gibran mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan, memperkuat pemberantasan korupsi, menjaga kedaulatan ekonomi nasional, serta tetap membuka ruang kritik yang konstruktif demi tercapainya cita-cita Reformasi 1998.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar