Setelah 80 Tahun Menanti, Warga Dusun Untemungkur Akhirnya Nikmati Listrik PLN
Proses Penyalaan listrik bersama yang dilakukan oleh Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar bersama Bupati Tapanuli Tengah dan jajaran Muspika Tapteng
GIMIC.ID, TAPANULI TENGAH – Penantian panjang masyarakat Dusun Untemungkur, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya berbuah terang. Setelah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan akses listrik, warga kini resmi menikmati aliran listrik PLN melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Peresmian penyalaan listrik dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH bersama Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga, Bachtiar, Kamis (7/5/2026).
Momen tersebut menjadi sejarah baru bagi masyarakat Dusun Untemungkur yang selama bertahun-tahun hidup tanpa listrik andal di wilayah terpencil tersebut.
Selama ini, tantangan utama dalam menghadirkan listrik ke Dusun Untemungkur adalah sulitnya akses menuju lokasi. Warga sebelumnya hanya dapat mencapai dusun tersebut menggunakan jalur perahu karena belum tersedianya akses jalan darat yang memadai.
Kondisi tersebut menjadi hambatan besar dalam pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan ketenagalistrikan.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, akses jalan menuju dusun mulai terbuka. Kehadiran akses darat tersebut mempermudah mobilisasi material, peralatan, dan petugas PLN dalam membangun jaringan listrik hingga ke pelosok wilayah.
Sebelum jaringan listrik permanen tersedia, PLN juga telah memberikan bantuan layanan listrik berbasis energi surya melalui program SuperSUN sebagai solusi awal untuk memenuhi kebutuhan penerangan dasar masyarakat.
Kini, hadirnya jaringan listrik PLN permanen menjadi harapan baru bagi warga Untemungkur untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Bagi masyarakat setempat, listrik bukan hanya sekadar penerangan, tetapi juga menjadi simbol perubahan dan kemajuan. Kehadiran listrik diyakini akan mendukung aktivitas belajar anak-anak, meningkatkan produktivitas masyarakat, hingga membuka peluang usaha baru di desa.
Suasana haru pun menyelimuti warga saat lampu mulai menyala di rumah-rumah mereka. Setelah puluhan tahun mengandalkan penerangan seadanya, masyarakat akhirnya dapat menikmati manfaat listrik secara langsung.
“Selama 80 tahun kami belum pernah merasakan listrik. Baru kali ini Bupati Tapanuli Tengah datang langsung melihat kondisi kami di pelosok,” ujar salah seorang tokoh masyarakat, Saroha Hutagalung, dengan mata berkaca-kaca.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta PLN UP3 Sibolga yang telah mendukung percepatan pembangunan listrik di wilayah tersebut.
Menurutnya, penyalaan listrik di Dusun Untemungkur menjadi awal baru bagi masyarakat untuk menuju kehidupan yang lebih baik.
“Ini menjadi awal baru bagi masyarakat Untemungkur. Semoga listrik ini menjadi cahaya menuju kehidupan yang lebih baik, mendukung pendidikan anak-anak, dan menggerakkan ekonomi desa,” ujar Masinton.
Sementara itu, Manager PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, menjelaskan pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintah Pusat melalui Anggaran Belanja Tambahan Tahun 2025.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 14,14 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 11 kilometer sirkuit (kms), serta lima unit gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kilovolt ampere (kVA).
Menurut Bachtiar, keberhasilan penyalaan listrik di Dusun Untemungkur tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh petugas PLN yang bekerja di lapangan.
“PLN berkomitmen menghadirkan energi listrik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Penyalaan listrik di Dusun Untemungkur ini bukan hanya keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara bersama PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Program Lisdes sendiri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah bersama PLN dalam mempercepat pemerataan akses listrik, khususnya di daerah terpencil yang belum menikmati layanan kelistrikan secara optimal.
Melalui program tersebut, PLN terus memperluas pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan agar manfaat energi listrik dapat dirasakan masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Kini, cahaya lampu yang mulai menerangi rumah-rumah warga Dusun Untemungkur menjadi simbol dimulainya babak baru kehidupan masyarakat desa. Anak-anak dapat belajar lebih nyaman di malam hari, aktivitas keluarga menjadi lebih produktif, dan harapan baru untuk kemajuan desa pun mulai tumbuh.
Setelah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, Dusun Untemungkur akhirnya tidak lagi berada dalam gelap. Terang listrik PLN kini hadir membawa semangat, harapan, dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar