Sosialisasi Perda Kesehatan, Rommy Van Boy Tegaskan Komitmen Akses Layanan Kesehatan untuk Warga Medan
Anggota DPRD Kota Medan Rommy Van Boy saat mensosialisasikan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan kepada warga di Kelurahan Polonia, Medan.
GIMIC.ID, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan Rommy Van Boy menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh masyarakat Kota Medan dapat mengakses layanan kesehatan secara mudah, merata, dan tanpa diskriminasi.
Menurut Rommy, hak atas kesehatan merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kota Medan guna memberikan pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Rommy saat melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Lapangan Peraga, Jalan Karya Sejati, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan itu, politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Medan saat ini telah menerapkan sistem UHC yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan tertentu.
“Pemerintah Kota Medan saat ini sudah menerapkan sistem UHC. Artinya, masyarakat cukup menunjukkan KTP untuk memperoleh layanan berobat gratis di fasilitas kesehatan,” ujar Rommy di hadapan warga yang hadir.
Meski demikian, Rommy mengakui bahwa pelaksanaan program tersebut di lapangan masih belum berjalan sepenuhnya optimal.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme program, termasuk kendala administrasi saat hendak mengakses layanan kesehatan.
Rommy menegaskan bahwa peran anggota legislatif bukan hanya menjalankan fungsi legislasi, tetapi juga membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Di sinilah peran kami sebagai wakil rakyat. Kami dipilih bukan untuk duduk di belakang meja, tetapi turun langsung membantu masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program UHC tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam memastikan data administrasi kependudukan mereka sudah benar dan valid.
“Kesalahan kecil pada KTP atau Kartu Keluarga bisa membuat pelayanan tersendat. Karena itu saya mengimbau bapak dan ibu segera memeriksa data kependudukannya. Jika ada kesalahan, segera diperbaiki,” katanya.
Untuk membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, Rommy juga membentuk tim Sahabat Rommy Van Boy yang bertugas membantu warga dalam berbagai kebutuhan administratif maupun pelayanan kesehatan.
Tim tersebut memberikan sejumlah layanan, antara lain:
- Pendampingan pengurusan administrasi kependudukan
- Pendampingan ke puskesmas atau rumah sakit
- Penyediaan layanan ambulans gratis bagi warga yang membutuhkan
“Semua layanan ini gratis. Kami ingin memastikan tidak ada warga Medan yang kesulitan berobat hanya karena persoalan biaya atau birokrasi,” ucapnya yang disambut tepuk tangan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Rommy juga menyoroti adanya laporan dari masyarakat terkait sejumlah rumah sakit yang masih menolak pasien dengan alasan keterbatasan tempat tidur atau tingginya tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR).
Ia meminta Pemerintah Kota Medan untuk menindak tegas rumah sakit yang menolak pasien tanpa alasan yang jelas.
“Saya mendorong Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan agar menindak tegas rumah sakit yang menolak pasien tanpa alasan yang jelas,” tegasnya.
Pada sesi dialog, sejumlah warga juga menyampaikan keluhan terkait pelayanan BPJS Kesehatan di tingkat puskesmas yang dinilai masih berbelit-belit.
Beberapa warga mengaku sering diarahkan ke berbagai instansi tanpa kejelasan penyelesaian saat mengurus layanan kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Rommy berjanji akan menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut kepada Dinas Kesehatan Kota Medan dan BPJS Kesehatan.
Ia juga meminta petugas puskesmas agar lebih responsif dan tidak mempersulit masyarakat dalam memberikan pelayanan.
“Semua warga memiliki hak yang sama atas layanan kesehatan. Jangan sampai masyarakat kecil merasa dipersulit hanya karena persoalan administrasi,” tegasnya.
Selain persoalan kesehatan, Rommy juga menyinggung beberapa kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut, seperti perbaikan drainase dan penerangan jalan yang dinilai masih perlu perhatian pemerintah.
Menurutnya, infrastruktur dasar tersebut turut memengaruhi kualitas hidup masyarakat.
“Partai Golkar hadir untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” kata Rommy.
Kegiatan sosialisasi Perda Sistem Kesehatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kecamatan Medan Polonia, unsur kelurahan, serta tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD)

Komentar