Operasional Praktik Bidan Milik Anggota DPRD Medan Disorot, Wartawan Upayakan Konfirmasi Soal Dokumen Lingkungan
Suasana praktik bidan milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan Hj. Romauli Silalahi di Jalan Sepakat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, yang didatangi tim wartawan untuk melakukan konfirmasi terkait isu dugaan kelengkapan dokumen lingkungan dan perizinan bangunan, Senin (9/3/2026).
GIMIC.ID, MEDAN – Isu mengenai dugaan kelengkapan dokumen lingkungan pada operasional praktik bidan milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan, Hj. Romauli Silalahi, mulai menjadi perhatian masyarakat. Untuk memperoleh klarifikasi langsung, tim wartawan mendatangi lokasi praktik bidan yang berada di Jalan Sepakat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Senin (9/3/2026).
Kedatangan wartawan bertujuan melakukan konfirmasi terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat mengenai dugaan belum lengkapnya dokumen lingkungan pada operasional praktik bidan tersebut.
Berdasarkan informasi yang berkembang, praktik bidan itu disebut-sebut belum memiliki sejumlah dokumen lingkungan yang dipersyaratkan, seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan, dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan, maupun dokumen lingkungan lainnya yang menjadi bagian dari ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain persoalan dokumen lingkungan, perhatian masyarakat juga tertuju pada sebuah bangunan rumah bertingkat yang berdiri tepat di depan praktik bidan tersebut. Bangunan itu disebut-sebut diduga belum dilengkapi dokumen Persetujuan Bangunan Gedung.
Namun ketika tim wartawan tiba di lokasi praktik bidan di Jalan Sepakat, mereka hanya bertemu dengan sejumlah tenaga medis yang sedang bertugas. Saat diminta untuk bertemu langsung dengan pemilik praktik, para pekerja menyampaikan bahwa Romauli Silalahi tidak berada di tempat.
Salah seorang pekerja menyebutkan bahwa Romauli Silalahi tidak selalu berada di lokasi praktik tersebut.
“Ibu itu tidak ada, karena rumahnya bukan di sini. Kami juga tidak melihat beliau,” ujar seorang pekerja kepada wartawan.
Ketika ditanya mengenai jadwal kehadiran pemilik praktik, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Kami tidak tahu, Bu. Kadang di sini, kadang tidak. Tidak menetap ibu itu,” katanya.
Pekerja tersebut kemudian menyarankan agar wartawan mendatangi lokasi praktik bidan lainnya yang disebut sebagai klinik utama milik Romauli Silalahi yang berada di Jalan Payah Pasir, Kecamatan Medan Marelan.
Menurut penjelasan pekerja, seluruh aktivitas pelayanan di praktik bidan tersebut berada di bawah tanggung jawab Romauli Silalahi.
“Yang bertanggung jawab ibu Romauli Silalahi. Klinik utamanya yang di Jalan Payah Pasir. Kami semua melapor ke ibu Romauli,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, wartawan juga menanyakan mengenai sistem pengelolaan limbah medis dari praktik bidan tersebut. Namun pekerja yang ditemui mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai mekanisme pengelolaannya.
Hal serupa juga terjadi saat wartawan menanyakan sistem pembuangan air dari proses pelayanan medis, termasuk layanan persalinan.
“Kami ada wastafel, tapi dialirkan ke mana kami tidak tahu,” ungkap pekerja tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, praktik bidan tersebut berada di kawasan permukiman yang cukup padat penduduk. Di sekitar lokasi juga terlihat sebuah bangunan rumah bertingkat yang berdiri tepat di depan praktik bidan yang diduga merupakan milik Romauli Silalahi.
Keberadaan bangunan tersebut menimbulkan pertanyaan dari sebagian warga terkait kelengkapan dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), mengingat lokasinya berada di kawasan permukiman yang padat.
Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, tim wartawan kemudian mendatangi lokasi klinik utama yang berada di Jalan Payah Pasir, Kecamatan Medan Marelan.
Namun upaya tersebut juga belum membuahkan hasil. Wartawan kembali hanya bertemu dengan sejumlah tenaga kesehatan yang sedang bertugas, sementara Romauli Silalahi tidak berada di lokasi.
Ketika wartawan meminta pihak klinik menghubungi Romauli Silalahi untuk memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang, para pekerja menyatakan tidak berani melakukan panggilan kepada yang bersangkutan.
Hingga berita ini diterbitkan, Romauli Silalahi belum memberikan keterangan resmi terkait upaya konfirmasi wartawan mengenai dugaan kelengkapan dokumen lingkungan maupun perizinan bangunan tersebut, Senin malam (9/3/2026).
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)