Tokoh Melayu Medan Utara Ajak Warga Belawan Jaga Kondusivitas di Bulan Ramadan
Spanduk berisi imbauan “Stop Tawuran” terpasang di salah satu titik rawan bentrokan di kawasan Medan Belawan, Selasa (3/3/2026). Spanduk tersebut mengingatkan pelaku tawuran akan ancaman sanksi pidana sesuai KUHP dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 sebagai upaya pencegahan konflik selama bulan Ramadan.
GIMIC.ID, MEDAN – Memasuki bulan suci Ramadan, yang dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan pengampunan, masyarakat diimbau untuk memperbanyak ibadah sekaligus memperkuat silaturahmi, tanpa memancing konflik yang dapat mengganggu ketenangan bersama.
Hal tersebut disampaikan tokoh Melayu Medan Utara, Dato’ H. Badlun Al-Kholidi, dalam menyikapi dinamika sosial yang belakangan terjadi di wilayah Medan Belawan. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut diwarnai konflik sosial seperti tawuran dan bentrokan yang mengakibatkan jatuhnya korban.
“Kita sampaikan sekaligus menghimbau kepada masyarakat Medan Belawan, mari sama-sama kita jaga Belawan agar tercipta kondisi yang aman dan nyaman. Dengan begitu, berbagai aktivitas masyarakat bisa berjalan baik, roda ekonomi bergerak, dan ibadah pun menjadi khusyuk. Jika ada hal yang dirasa kurang, komunikasikan secara baik agar terhindar dari konflik berkepanjangan yang sangat merugikan masyarakat Belawan,” ujar H. Badlun saat bincang santai usai sholat tarawih, Selasa (3/3/2026) malam.
Pengurus Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sumatera Utara itu menilai, masyarakat Belawan sejatinya telah letih dengan kondisi konflik yang terus berulang. Mereka, kata dia, mendambakan kedamaian, saling pengertian, serta dukungan dalam membangun kebaikan bersama.
“Konflik seperti tawuran di Belawan selama ini sudah seperti rutinitas harian yang kita tidak tahu kapan berakhir. Maka kami mengajak tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda lintas organisasi, bersama pemerintah kecamatan hingga Kota Medan serta TNI-Polri duduk bersama mencari solusi terbaik agar kondisi ini bisa diakhiri secara baik,” tegasnya.
Menurut Badlun, Belawan memiliki posisi strategis sebagai gerbang investasi dari wilayah utara. Namun, potensi tersebut hanya dapat berkembang apabila kondisi sosial dan keamanan terjaga dengan baik.
“Prasyarat utama masuknya investasi adalah keamanan. Jika situasi aman, modal akan masuk dan kesejahteraan masyarakat Belawan bisa meningkat,” tambahnya.
Badlun menekankan bahwa momentum Ramadan harus dijadikan tonggak baru untuk menciptakan suasana damai di tengah masyarakat tanpa konflik dan tawuran.
Ia juga mendorong penguatan sinergitas antara masyarakat, pemerintah, kepolisian, dan TNI. Pertemuan berkala serta respons cepat terhadap potensi konflik dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah gesekan sosial.
“Sinergitas antar masyarakat, pemerintah, kepolisian, dan TNI ke depan perlu diperkuat. Jika ada potensi konflik, segera dicegah dan diberikan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Itulah kunci terbaik guna meredam konflik berkepanjangan. Saatnya Belawan bangkit, maju, dan sejahtera secara bersama,” ucapnya.
Di sejumlah titik rawan bentrokan di kawasan Belawan, terlihat spanduk berisi seruan dan ajakan untuk tidak melakukan aksi tawuran. Pemasangan spanduk tersebut menjadi salah satu upaya preventif untuk meredam potensi konflik serta mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan bersama, khususnya selama bulan Ramadan.
Dengan semangat kebersamaan dan komunikasi yang baik, diharapkan Medan Belawan dapat kembali kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2/Red)

Komentar