Pertamina Patra Niaga Kembangkan Kampung Bahari Si Pelaut, Produk Olahan Laut Batam Tembus Malaysia dan Singapura
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, meninjau tanaman yang dikembangkan melalui sistem akuaponik dalam program Kampung Bahari Si Pelaut di Kampung Tue Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam.
GIMIC.ID, BATAM – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim terus memperkuat komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kampung Bahari Si Pelaut (Sinergi Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Laut).
Program yang berlokasi di Kampung Tue Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, ini mendorong pengelolaan sumber daya laut berbasis inovasi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Melalui program tersebut, nelayan dan kelompok perempuan setempat didorong untuk mengolah hasil laut menjadi produk pangan bernilai tambah, mengembangkan usaha, serta meningkatkan pendapatan keluarga.
Program Kampung Bahari Si Pelaut dirintis sejak 2022 dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Inisiatif ini mengintegrasikan berbagai kegiatan pemberdayaan yang mencakup aspek sosial, ekonomi, pendidikan, budidaya perikanan, hingga pelestarian lingkungan.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, mengatakan program tersebut merupakan pengembangan dari sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan sebelumnya.
“Memasuki tahun keempat pelaksanaan program, Kampung Bahari Si Pelaut hadir sebagai integrasi dari beberapa program yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga pendidikan,” ujar Silvani, Selasa (13/10/2026).
Silvani menjelaskan, pelaksanaan program melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) Sukses Bersama.
Bersama kelompok-kelompok tersebut, Pertamina mendorong pengembangan budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu. Masyarakat juga mengembangkan budidaya ikan air tawar dan sayuran melalui sistem akuaponik, rehabilitasi mangrove, serta pengolahan hasil perikanan menjadi berbagai produk usaha.
Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat pesisir, tetapi juga memperluas pemanfaatan potensi lokal agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Saidar, mengungkapkan pendampingan Pertamina membawa perubahan bagi kelompok nelayan di Kampung Tue Terih. Sebelumnya, kelompok nelayan menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan usaha budidaya, terutama akibat keterbatasan kapasitas dan akses pasar.
“Dulu kami hanya kelompok nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Selain pendampingan, kami dibekali penguatan kapasitas, penyediaan sarana budidaya, serta pengembangan akses pasar,” kata Saidar.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi titik balik bagi kelompok nelayan untuk membangun kembali usaha budidaya perikanan secara lebih terencana dan berkelanjutan.
“Dukungan ini menjadi titik balik kami untuk membangun kembali usaha budidaya perikanan secara lebih terencana, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan melalui program Kampung Bahari Si Pelaut adalah pemanfaatan bagian ikan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Mulai dari kulit hingga tulang ikan, masyarakat mengolahnya menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual.
Setidaknya terdapat enam produk unggulan yang dikembangkan kelompok masyarakat, yaitu keripik kulit ikan tenggiri rasa original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa berbahan tulang ikan. Selain itu, kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi produk penyedap rasa.
Pengolahan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular, yakni memaksimalkan pemanfaatan bahan baku agar dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus mengurangi bahan yang terbuang.
Menariknya, produk olahan hasil laut yang dihasilkan masyarakat Kampung Tue Terih kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura. Capaian ini membuka peluang pengembangan usaha masyarakat pesisir untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui AFT Hang Nadim berkomitmen melanjutkan pendampingan kepada masyarakat pesisir melalui program Kampung Bahari Si Pelaut. Fokus pengembangan mencakup budidaya perikanan, usaha pengolahan hasil laut, penguatan kapasitas kelompok masyarakat, serta pelestarian lingkungan pesisir.
Program ini diharapkan mampu mendorong kegiatan ekonomi yang lebih produktif di Kampung Tue Terih sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian hasil tangkapan laut.
Pelaksanaan program juga mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs 14 tentang Ekosistem Laut.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan ketahanan usaha budidaya perikanan, pemanfaatan hasil laut secara optimal, serta rehabilitasi mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir.
Melalui program TJSL Kampung Bahari Si Pelaut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui AFT Hang Nadim terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan program sosial yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar