Penumpang Stasiun Rantauprapat Tumbuh 12 Persen, Layani 389.881 Pelanggan hingga September 2026
Stasiun Rantauprapat di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat melalui layanan kereta api.
GIMIC.ID, LABUHANBATU – Stasiun Rantauprapat di Kelurahan Padang Matingi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, terus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul transportasi kereta api yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Stasiun Rantauprapat tercatat telah melayani sebanyak 389.881 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 349.263 pelanggan.
Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya penggunaan layanan kereta api oleh masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, baik untuk aktivitas pekerjaan, pendidikan, maupun keperluan keluarga.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan konektivitas kereta api memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Konektivitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Melalui layanan kereta api dari Rantauprapat menuju Medan dan kota-kota lain yang terhubung dalam jaringan perjalanan, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk menjalankan berbagai keperluan secara lebih terencana," ujar Anwar.
Menurutnya, keberadaan layanan kereta api memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan dengan lebih terencana. Konektivitas yang baik juga membantu memperluas akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan sosial.
Peningkatan jumlah pelanggan juga terlihat dari catatan pelayanan Stasiun Rantauprapat dalam dua tahun terakhir.
Pada 2025, jumlah pelanggan naik dan turun tertinggi tercatat pada April dengan total 48.252 orang. Rekor tersebut kembali meningkat pada Maret 2026, bertepatan dengan periode Idulfitri 1447 Hijriah, ketika stasiun ini melayani 55.561 pelanggan naik dan turun.
Lonjakan tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat, khususnya pada masa libur panjang dan perayaan hari besar keagamaan.
Anwar menjelaskan, kemudahan akses transportasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas perekonomian masyarakat. Mobilitas yang semakin lancar dapat membantu masyarakat menjangkau pusat perdagangan, tempat kerja, serta berbagai layanan lainnya.
"Transportasi yang terhubung dengan baik dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat dan memperluas akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi. Semakin mudah akses dan mobilitas dari dan menuju suatu daerah, turut berdampak meningkatkan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut," jelasnya.
Stasiun Rantauprapat memiliki perjalanan sejarah panjang dalam mendukung perkembangan wilayah Labuhanbatu. Stasiun yang berada pada ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut ini mulai beroperasi pada 1937, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api lintas Kisaran–Rantauprapat.
Pada masa awal operasionalnya, jalur tersebut berperan dalam mendukung distribusi hasil perkebunan, terutama karet dan kelapa sawit, dari wilayah Labuhanbatu menuju Pelabuhan Belawan untuk kepentingan perdagangan dan ekspor.
Seiring perkembangan sistem perkeretaapian nasional setelah nasionalisasi perusahaan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), fungsi Stasiun Rantauprapat semakin berkembang. Pelayanannya tidak hanya berkaitan dengan distribusi komoditas, tetapi juga angkutan penumpang untuk menunjang mobilitas masyarakat.
Kini, stasiun tersebut menjadi bagian dari jaringan transportasi kereta api di Sumatera Utara yang menghubungkan masyarakat Labuhanbatu dengan Medan dan sejumlah wilayah lain yang terjangkau melalui jaringan perjalanan kereta api.
Untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat, Stasiun Rantauprapat melayani enam perjalanan KA Sribilah Utama yang datang dan berangkat setiap hari.
Selain perjalanan reguler, KAI juga mengoperasikan KA Sribilah Fakultatif dengan relasi Medan–Rantauprapat pulang-pergi (PP) pada waktu tertentu, terutama saat libur panjang, hari besar nasional, maupun perayaan keagamaan.
Pengoperasian perjalanan tambahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengakomodasi peningkatan kebutuhan perjalanan pada periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Anwar menegaskan, pertumbuhan jumlah pelanggan harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan.
"Pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan dan kualitas pelayanan. KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya memastikan perjalanan kereta api berjalan sesuai standar operasional, didukung kesiapan sarana, prasarana, dan petugas dalam menjalankan tugasnya," tutup Anwar.
KAI Divisi Regional I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan operasional dan pelayanan agar kereta api tetap menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin dibutuhkan, Stasiun Rantauprapat diharapkan terus berperan dalam mendukung mobilitas warga sekaligus perkembangan ekonomi Kabupaten Labuhanbatu dan wilayah sekitarnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar