Pedagang Pagaruyung Khawatir Usaha Terdampak Proyek Drainase, Rommy Van Boy Turun Tangan
Anggota DPRD Kota Medan Rommy Van Boy berdialog dengan para pedagang Kuliner Pagaruyung, Little India Kampung Madras, Medan, membahas kekhawatiran terkait proyek drainase di Jalan KH Zainul Arifin.
GIMIC.ID, MEDAN – Kekhawatiran para pedagang Kuliner Pagaruyung, kawasan yang dikenal sebagai Little India Kampung Madras, terkait rencana proyek drainase di Jalan KH Zainul Arifin mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Rommy Van Boy SH.
Rommy menemui dan berdialog langsung dengan para pedagang dalam temu ramah di kawasan Little Kampung Madras, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Minggu (4/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rommy menyatakan kesiapannya untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi pedagang, meskipun kawasan tersebut bukan merupakan daerah pemilihannya.
“Kuliner Pagaruyung tempat saya makan dari kecil. Walau bukan dapil saya, saya tetap mendengarkan aspirasi pedagang Kuliner Pagaruyung,” ujar Rommy.
Pertemuan itu digelar setelah para pedagang mengaku menerima surat dari Satpol PP Kota Medan yang meminta mereka mengosongkan lokasi usaha dalam waktu 2x24 jam.
Amran, salah seorang pedagang martabak yang telah berjualan hampir empat dekade di kawasan tersebut, mengaku khawatir dengan keberlangsungan usaha para pedagang apabila belum ada solusi yang jelas dari pemerintah.
“Kami sudah dua kali menerima surat agar mengosongkan lokasi berjualan. Kami mengapresiasi Pak Rommy Van Boy yang mau mendengar dan menindaklanjuti aspirasi kami,” kata Amran.
Mendengar keluhan tersebut, Rommy kemudian berkomunikasi dengan sejumlah pejabat terkait untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan pembangunan sekaligus keberlangsungan usaha para pedagang.
Sejumlah pihak yang dihubungi antara lain Kasatpol PP Kota Medan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas SDABMBK, serta Camat Medan Petisah.
Menurut Rommy, komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan pihak kecamatan telah dilakukan agar para pedagang memperoleh kepastian selama proyek drainase berlangsung.
“Puji Tuhan, berkat pertemuan hari ini kita mendapatkan solusi terbaik bagi Pemerintah Kota Medan dan pedagang untuk tetap melanjutkan usaha di wilayah Medan Petisah,” ujar Rommy, yang juga Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Polonia.
Sementara itu, Rahmad yang mewakili para pedagang menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Kota Medan.
Para pedagang, kata Rahmad, pada prinsipnya mendukung program pembangunan pemerintah. Namun, mereka meminta adanya kepastian mengenai keberlangsungan usaha selama proyek drainase dikerjakan.
Pedagang juga meminta agar pemerintah menyediakan relokasi sementara yang layak, memberikan kejelasan mengenai perlengkapan usaha dan mushala yang terdampak proyek, serta memastikan sambungan listrik dan air tetap tersedia.
Selain itu, para pedagang berharap difasilitasi untuk bertemu langsung dengan kontraktor pelaksana proyek. Pertemuan tersebut dinilai penting agar koordinasi teknis selama pekerjaan berlangsung dapat dilakukan dengan baik dan tidak merugikan aktivitas usaha masyarakat.
Rahmad menilai kawasan Kuliner Pagaruyung memiliki nilai historis sekaligus ekonomi yang penting bagi Kota Medan.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai Little India tersebut telah menjadi salah satu destinasi wisata kuliner dan menjadi sumber penghidupan bagi puluhan pedagang.
Menurutnya, keberadaan Kuliner Pagaruyung tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas kawasan Kampung Madras yang telah berkembang selama bertahun-tahun.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai objek daya tarik wisata kuliner Kota Medan dan menjadi bagian dari program penataan pedagang kaki lima yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“Yang kami harapkan adalah pemberdayaan, bukan penggusuran. Kuliner Pagaruyung sudah menjadi bagian dari identitas Kota Medan dan harus tetap dijaga keberlangsungannya,” kata Rahmad.
Para pedagang berharap proyek drainase yang bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan tetap dapat berjalan. Namun, mereka juga meminta pemerintah memastikan pembangunan tersebut tidak mengorbankan keberlangsungan usaha masyarakat yang selama puluhan tahun menggantungkan kehidupan di kawasan Kuliner Pagaruyung.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD).

Komentar