Jelang Musim Tanam, BBWS Sumatera II Antisipasi Penurunan Suplai Air Sungai Ular
Kasatker OP SDA BBWS Sumatera II Medan, Indra Kurnia, saat meninjau upaya pengelolaan dan distribusi air untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian di wilayah Daerah Irigasi Sungai Ular, Kabupaten Serdang Bedagai.
GIMIC.ID, SERDANG BEDAGAI – Menjelang musim tanam (MT) I Oktober 2026, ketersediaan air untuk lahan pertanian di wilayah Daerah Irigasi (DI) Sungai Ular mulai menjadi perhatian. Suplai air dari Sungai Ular mengalami penurunan dan kondisi tersebut turut dirasakan para petani di Desa Makmur, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.
Mengantisipasi keterbatasan pasokan air, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melakukan sejumlah langkah untuk menjaga layanan jaringan irigasi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengalirkan air menggunakan pompa dari sumber air terdekat menuju areal persawahan yang berada di bagian paling ujung sistem DI Sungai Ular.
Langkah tersebut dilakukan agar persiapan lahan menjelang musim tanam tetap berjalan dan potensi gagal tanam dapat ditekan.
Selain menjaga jaringan dan infrastruktur irigasi, BBWS Sumatera II Medan juga melakukan pengaturan distribusi air bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), dan Induk P3A (IP3A). Langkah ini dilakukan agar air yang tersedia dapat dibagikan secara merata kepada para petani.
Kasatker OP SDA: Distribusi Air Harus Dikawal Bersama
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (Kasatker OP SDA) BBWS Sumatera II Medan, Indra Kurnia, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan kelompok petani dalam menjaga fungsi jaringan irigasi, terutama ketika ketersediaan air mengalami keterbatasan.
Dalam berbagai program pengelolaan irigasi, Indra menekankan bahwa keterlibatan P3A, GP3A, dan IP3A diperlukan agar pengelolaan jaringan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat petani. BBWS Sumatera II juga menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan jaringan irigasi.
“Dalam kondisi ketersediaan air yang terbatas, kita terus melakukan pengaturan dan optimalisasi distribusi agar air yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Koordinasi dengan P3A, GP3A dan IP3A sangat penting supaya pembagian air dapat dilakukan secara tertib, proporsional dan sesuai kebutuhan di lapangan.”
Indra sebelumnya juga menegaskan bahwa program pengelolaan irigasi berbasis masyarakat diarahkan untuk meningkatkan kinerja jaringan sekaligus mendorong keterlibatan petani dalam pengelolaan infrastruktur irigasi.
Penurunan suplai dari Sungai Ular membuat upaya pemenuhan kebutuhan air di bagian hilir sistem irigasi membutuhkan langkah antisipatif. Penggunaan pompa dari sumber air terdekat menjadi salah satu alternatif untuk membantu mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan.
Upaya tersebut dilakukan agar proses persiapan lahan tidak terganggu dan petani tetap memiliki kesempatan untuk memasuki musim tanam sesuai jadwal.
Bagi petani, keberadaan air menjadi faktor penting dalam memastikan lahan dapat ditanami. Karena itu, pengaturan distribusi harus dilakukan secara terkoordinasi agar tidak terjadi ketimpangan antara wilayah yang berada di bagian hulu dan hilir jaringan.
BBWS Sumatera II Medan tidak hanya berfokus pada pengaliran air, tetapi juga menjaga fungsi jaringan irigasi yang menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas pertanian.
Pengalaman BBWS Sumatera II menunjukkan bahwa pemeliharaan jaringan irigasi dan keterlibatan kelompok petani merupakan bagian penting untuk memastikan layanan irigasi berjalan optimal. Pada program sebelumnya, BBWS juga menekankan pentingnya keterlibatan P3A/GP3A dalam pengelolaan jaringan irigasi.
Melalui koordinasi antara BBWS Sumatera II, pemerintah daerah dan kelompok petani, distribusi air diharapkan dapat dilakukan secara lebih terukur, terutama pada saat debit sumber air mengalami penurunan.
Langkah antisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan musim tanam sekaligus mendukung produktivitas pertanian di wilayah Serdang Bedagai.
Bagi petani, setiap ketersediaan air menjadi harapan agar lahan tetap dapat ditanami dan musim tanam dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).

Komentar