Pemko Tanjungbalai Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Sumut atas Pelestarian Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai
Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menerima piagam penghargaan dari Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara pada kegiatan Penguatan Kompetensi Berbahasa Daerah bagi guru utama Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai di Aula Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Jumat (8/5/2026).
GIMIC.ID, TANJUNGBALAI – Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) kembali memberikan penghargaan kepada instansi dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam pelestarian bahasa daerah serta peningkatan kompetensi berbahasa Indonesia.
Kali ini, penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai dan Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai atas dukungan dan peran aktif dalam revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai serta penguatan kompetensi berbahasa daerah.
Piagam penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Penguatan Kompetensi Berbahasa Daerah (PKBD) bagi guru utama Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah di Sumatera Utara, yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Jumat (8/5/2026).
Penghargaan kepada Pemko Tanjungbalai diterima langsung Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, sementara penghargaan untuk Dinas Pendidikan diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Bukhori Ginting Suka.
Penyerahan piagam dilakukan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Ketua Tim Pelindungan Bahasa dan Sastra, Agus Bambang Hermanto.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menyampaikan apresiasi atas perhatian Balai Bahasa Sumatera Utara terhadap pelestarian Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai.
Menurutnya, keberadaan bahasa daerah tersebut saat ini mulai mengalami penurunan penggunaan dan hanya aktif digunakan di tiga kecamatan dari total enam kecamatan di Kota Tanjungbalai.
“Pemerintah Kota Tanjungbalai tentu mendukung penuh program revitalisasi Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai ini, karena bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya masyarakat,” ujar Fadly Abdina.
Ia juga berpesan kepada para guru utama peserta kegiatan PKBD agar serius mengikuti pelatihan dan mampu menerapkan hasil pembelajaran kepada siswa di sekolah.
“Saya berharap para guru dapat membiasakan penggunaan dan penguatan Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai kepada siswa SD dan SMP agar bahasa daerah ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelindungan Bahasa dan Sastra BBPSU, Agus Bambang Hermanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai atas dukungan terhadap program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan Balai Bahasa Sumatera Utara.
“Kami mengapresiasi dukungan dan penerimaan yang sangat baik dari Pemerintah Kota Tanjungbalai sehingga program penguatan kompetensi berbahasa daerah ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Agus Bambang Hermanto.
Melalui program revitalisasi tersebut, diharapkan Bahasa Melayu Dialek Tanjungbalai tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah Sumatera Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-DS)

Komentar