Skandal Rutan Medan? Dugaan Fasilitas VIP hingga Anggaran Rp23 M Disorot

Tampak depan Rutan Kelas I Medan yang menjadi sorotan terkait dugaan adanya fasilitas khusus bagi tahanan serta isu pengelolaan anggaran di Medan, Kamis (2/4/2026). Kasus ini menuai perhatian publik dan desakan investigasi menyeluruh.

GIMIC.ID, MEDAN — Dugaan adanya perlakuan istimewa atau “fasilitas VIP” bagi tahanan tertentu di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medan menuai sorotan publik. Isu ini mencuat setelah Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menyampaikan kritik keras dan mendesak pemerintah pusat segera turun tangan.

Koordinator AKTA, Ari Gusti, menilai adanya indikasi perlakuan khusus terhadap tahanan tertentu, termasuk tersangka kasus korupsi Topan Ginting. Ia menyebut, jika dugaan tersebut benar, maka hal itu mencederai prinsip keadilan dan kesetaraan di hadapan hukum.

“Jika benar ada fasilitas khusus bagi tahanan tertentu, ini merupakan pelanggaran serius yang harus diusut tuntas. Semua warga binaan harus diperlakukan setara sesuai aturan,” tegas Ari.

Selain itu, AKTA juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan makanan bagi warga binaan dengan nilai mencapai Rp23 miliar. Mereka meminta adanya audit dan investigasi menyeluruh untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam penggunaan anggaran tersebut.

AKTA menilai persoalan ini tidak hanya sebatas dugaan pelanggaran internal, tetapi juga berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dan pemasyarakatan.

“Ini bukan hanya soal tata kelola di dalam rutan, tetapi menyangkut integritas sistem hukum secara keseluruhan. Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan,” lanjutnya.

Dalam pernyataannya, AKTA juga mendesak Menteri Hukum dan HAM Agus Andrianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran pemasyarakatan di wilayah tersebut.

Tak hanya itu, mereka meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turut melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan anggaran, serta mendorong adanya audit independen untuk memastikan transparansi pengelolaan keuangan.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang berkembang.

AKTA menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan sebagai bentuk tekanan agar aparat terkait segera bertindak.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap lembaga pemasyarakatan, guna memastikan tidak adanya praktik diskriminatif serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem hukum di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...