BI Sumut: Januari 2026 Deflasi 0,75 Persen, Inflasi Tetap Terkendali
Jajaran pimpinan Bank Indonesia berpose bersama usai menyampaikan perkembangan kondisi inflasi daerah, menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan ketahanan ekonomi Sumatera Utara.
GIMIC.ID, MEDAN – Perkembangan harga di Provinsi Sumatera Utara pada Januari 2026 menunjukkan kondisi yang semakin solid dan terkendali. Sumatera Utara tercatat mengalami deflasi sebesar 0,75 persen (month to month/mtm) dengan inflasi tahunan 3,81 persen (year on year/yoy).
Penurunan harga tersebut terutama didorong oleh meningkatnya pasokan pangan seiring berlangsungnya panen raya di sejumlah sentra produksi, serta kelancaran distribusi komoditas dari dalam maupun luar daerah.
Sejumlah komoditas pangan strategis seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan kelapa tercatat mengalami penurunan harga. Kondisi ini mencerminkan efektivitas penguatan pasokan dan sinergi pengendalian inflasi yang terus dijalankan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera Utara bersama Bank Indonesia.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan koordinasi pengendalian inflasi di daerah berjalan dengan baik.
“Deflasi Januari ini menjadi sinyal positif bahwa ketersediaan pasokan pangan terjaga dan distribusi semakin lancar. Ke depan, sinergi pengendalian inflasi akan terus diperkuat agar stabilitas harga tetap terjaga, terutama menjelang periode peningkatan permintaan masyarakat,” ujarnya.
Memasuki Februari 2026, inflasi Sumatera Utara diperkirakan tetap terkendali. Berlanjutnya panen hortikultura, penyaluran bantuan pangan, serta penguatan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pengelolaan Program Makan Bergizi (MBG) menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga, termasuk menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Iman Gunandi, menambahkan bahwa penguatan komunikasi publik juga menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi.
“Selain memastikan pasokan dan distribusi, kami juga mendorong komunikasi yang efektif kepada masyarakat agar ekspektasi inflasi tetap terjaga. Dengan langkah terkoordinasi, daya beli masyarakat dapat dipertahankan dan ketahanan ekonomi daerah semakin kuat,” katanya.
Bank Indonesia bersama TPID dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendukung upaya pengendalian inflasi yang berkelanjutan melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, serta strategi komunikasi yang adaptif.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara ke depan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-EL)

Komentar