Wamenag Romo Muhammad Syafi’i: ASN Kemenag Pilar Penjaga Harmoni Umat Beragama
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i bersama jajaran Kanwil Kemenag Sumatera Utara dan ASN Kemenag Kabupaten Batu Bara berfoto bersama usai kegiatan Pembinaan ASN di Kota Lima Puluh, Kamis (15/1/2026), sebagai komitmen menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama.
GIMIC.ID, BATU BARA — Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) merupakan pilar penjaga harmoni keumatan yang berada di garda terdepan. Mereka berperan sebagai wakil negara dalam menjaga dan mengawal harmonisasi kehidupan antarumat beragama di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i saat memberikan bimbingan dan arahan pada kegiatan Pembinaan ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batu Bara yang berlangsung di Kota Lima Puluh, Kamis (15/1/2026).
Wamenag menekankan bahwa amanah yang diberikan negara harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. ASN Kemenag, kata dia, tidak boleh meninggalkan kesan negatif maupun stigma buruk yang dapat merusak citra institusi di mata publik.
“Tugas aparatur Kementerian Agama adalah menjaga harmonisasi kehidupan antarumat beragama. Karena itu, pesan-pesan agama harus senantiasa tersampaikan kepada umat bahwa Indonesia yang multikultural dan majemuk ini perlu dirawat kerukunannya, agar perbedaan tidak menjadi potensi konflik,” ujar Romo Syafi’i.
Menurutnya, pluralitas bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Keberagaman, tegas Wamenag, justru memperkuat persatuan bangsa.
“Indonesia yang pluralis adalah anugerah. Perbedaan tidak membuat bangsa ini terpecah, malah menjadikannya semakin kuat. Di banyak negara lain, konflik muncul karena perbedaan agama, suku, dan budaya. Di sinilah kontribusi insan Kementerian Agama menjadi sangat strategis untuk menjaga semangat harmoni di tengah masyarakat,” tegasnya.
Wamenag juga menautkan pentingnya kerukunan dengan agenda pembangunan nasional yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut, prasyarat utama keberhasilan pembangunan adalah persatuan dan kebersamaan rakyat.
“Pelan tapi pasti, capaian kerja Presiden Prabowo bersama Kabinet Merah Putih mulai terlihat. Salah satunya keberhasilan swasembada pangan. Pada 2025, Indonesia tidak lagi mengandalkan impor beras karena pasokan dalam negeri tercukupi, bahkan stoknya berlebih,” jelasnya.
Tokoh nasional asal Sumatera Utara ini menambahkan, pemerintah juga mulai serius menutup berbagai kebocoran pendapatan negara, terutama di sektor pertambangan dan migas. Presiden, lanjutnya, bersikap tegas terhadap praktik korupsi karena dampaknya sangat merugikan rakyat.
Wamenag menegaskan, insan Kementerian Agama harus berada di barisan terdepan dalam pemberantasan korupsi demi menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap institusi.
“Jika ada satu oknum Kementerian Agama melakukan korupsi, eksposnya luar biasa. Ini karena insan Kementerian Agama melekat sebagai penjaga moral dan agama. Perbuatan segelintir orang bisa berdampak besar pada citra institusi. Karena itu, integritas harus dijaga bersama,” pungkasnya.
Kegiatan pembinaan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ahmad Qosbi, Tenaga Ahli Wamenag Junisab Akbar, Staf Ahli Wamenag Nona Gayatri Nasution, Kepala Kankemenag Batu Bara Sakoanda Siregar, para Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi, Kepala KUA, serta Kepala Madrasah di lingkungan Kankemenag Batu Bara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar