Mahasiswa Universitas Pertamina Kembangkan Smart Feeding System IoT untuk Budidaya Ikan Lele
Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina menampilkan inovasi Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT) pada ajang Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering (IDEEE) 2026.
GIMIC.ID, JAKARTA — Ikan lele merupakan salah satu sumber pangan yang telah mengakar kuat dalam konsumsi masyarakat Indonesia, mulai dari rumah tangga hingga warung makan skala kecil. Tingginya tingkat konsumsi ini sejalan dengan kinerja sektor budidaya nasional. Pada tahun 2024, produksi lele pada tahap pembesaran tercatat mencapai 1.157.755 ton, menjadikannya komoditas budidaya air tawar terbesar kedua di Indonesia setelah ikan nila (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2024).
Namun di balik peran strategisnya dalam sistem pangan nasional, budidaya ikan lele masih menghadapi berbagai tantangan struktural. Salah satunya adalah kehilangan dan pemborosan pangan ikan (aquatic food loss and waste) yang secara global diperkirakan mencapai 14–15 persen dari total produksi perikanan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh persoalan teknis, lemahnya manajemen produksi, hingga kendala distribusi (World Economic Forum, 2024).
Menjawab tantangan tersebut, Adelard Zafri Ramadhan dan M. Syaifullah Yusuf Habibi, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER), merancang sebuah inovasi teknologi bertajuk Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemberian pakan sekaligus mempermudah pemantauan kondisi kolam secara real time dan berkelanjutan.
Adelard menjelaskan, ketidaktepatan waktu dan takaran pakan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kesehatan ikan.
“Berdasarkan hasil riset kami, keterlambatan maupun kelebihan pemberian pakan dapat menyebabkan ketidaksempurnaan nutrisi pada ikan. Jika pakan berlebih, sisa pakan akan mencemari air dan berdampak pada ikan menjadi sakit bahkan mati,” ujar Adelard.
Prototipe Smart Feeding System ini terdiri dari sejumlah perangkat yang saling terintegrasi, mulai dari unit pengendali utama, sensor kualitas air, hingga penggerak pakan otomatis. Seluruh sistem dihubungkan dengan aplikasi digital Blynk, sehingga pembudidaya dapat mengatur jadwal pemberian pakan sekaligus memantau kondisi kolam dari jarak jauh.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau parameter penting seperti tingkat keasaman (pH) air, serta mengendalikan sistem secara praktis dan terukur.
“Pada tahap pengujian, sistem mampu menjaga kualitas air kolam pada pH 6,5–8,0 yang aman bagi ikan. Pemberian pakan juga berjalan tepat sesuai perintah dari aplikasi, sehingga prosesnya menjadi lebih teratur, responsif, dan mudah dikendalikan,” tambah Adelard.
Inovasi Smart Feeding System ini dipamerkan dalam ajang Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering (IDEEE) 2026, sebuah pameran teknologi yang menampilkan karya-karya inovatif mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina. Pada tahun 2026, IDEEE menampilkan 22 karya mahasiswa, terdiri dari 10 kelompok mata kuliah Mikrokontroler dan 12 kelompok Capstone Design.
Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER, Muhammad Abdillah, S.T., M.T., Dr. Eng., menegaskan bahwa pameran IDEEE menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas permasalahan nyata di masyarakat.
“Melalui mata kuliah Capstone Design, mahasiswa mengintegrasikan keilmuan teknis, kebutuhan masyarakat, serta perspektif keberlanjutan. Tahun ini, sembilan karya inovatif dipamerkan, mulai dari sistem pemungutan sampah otomatis berbasis PLTS hingga smart portable electric cooler box untuk transplantasi organ,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen Universitas Pertamina sebagai kampus berbasis energi dan teknologi.
“Selama satu dekade berdiri, Universitas Pertamina berkomitmen menjadi pusat inovasi dan keberlanjutan. Komitmen ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada efisiensi energi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Prof. Wawan.
Universitas Pertamina terus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar