Pengguna Mobil Listrik Masih Khawatir Perjalanan Jauh, PLN Siapkan 145 SPKLU di Sumut
Dialog Komisaris Independen PT PLN (Persero) Prof. Dr. H. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum dengan salah satu pelanggan di SPKLU Lounge PLN UID Sumut
GIMIC.ID, MEDAN – Kekhawatiran menemukan tempat pengisian daya saat melakukan perjalanan jauh masih menjadi salah satu tantangan bagi pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Meski menawarkan kenyamanan dan efisiensi biaya operasional, ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di lokasi tujuan tetap menjadi perhatian masyarakat yang menggunakan mobil listrik.
Pengalaman tersebut dirasakan Rudy, yang telah menggunakan mobil listrik selama tujuh bulan terakhir. Ia mengaku puas dengan kenyamanan dan penghematan biaya yang diperoleh, tetapi masih memiliki kekhawatiran ketika harus melakukan perjalanan jarak jauh, terutama terkait ketersediaan fasilitas pengisian daya di daerah tujuan.
Hal tersebut disampaikan Rudy secara langsung kepada Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof. Dr. Ali Masykur Musa, S.H., M.Si., M.Hum., saat berbincang santai di lounge SPKLU Kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Medan, Sabtu (31/10/2026).
Percakapan tersebut berlangsung di sela kunjungan Ali Masykur Musa untuk meninjau kesiapan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik milik PLN di Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya melihat langsung infrastruktur yang tersedia, tetapi juga mendengarkan pengalaman serta aspirasi pelanggan pengguna kendaraan listrik.
Saat ditanya mengenai kendala yang masih dirasakan selama menggunakan mobil listrik, Rudy mengungkapkan bahwa perjalanan jauh menjadi tantangan tersendiri.
"Kalau perjalanan jauh, yang saya takutkan itu apakah di tempat tujuan nanti ada SPKLU atau tidak. Takutnya sampai di sana tidak ada tempat mengecas," ungkap Rudy.
Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa dirinya tidak menyesali keputusan beralih menggunakan kendaraan listrik. Menurutnya, keputusan tersebut diambil atas kesadaran pribadi setelah mempertimbangkan berbagai keuntungan, terutama dari sisi kenyamanan dan efisiensi biaya operasional.
"Pakai EV dari kesadaran sendiri, saya lihat dan hitung lebih hemat. Jadi saya beralih ke mobil listrik. Ternyata setelah digunakan, lebih nyaman, enak, dan lebih efisien," tuturnya.
Pengalaman Rudy menggambarkan bahwa perkembangan kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan teknologi kendaraan yang semakin baik, tetapi juga harus didukung ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai. Terlebih, akses informasi mengenai lokasi SPKLU menjadi faktor penting untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi pengguna ketika melakukan perjalanan antarkota.
Menanggapi aspirasi pelanggan tersebut, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menjelaskan bahwa PLN terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya di berbagai wilayah.
Hingga 31 Oktober 2026, PLN telah menyediakan sebanyak 145 unit SPKLU yang tersebar di 116 lokasi di Sumatera Utara. Infrastruktur tersebut dihadirkan untuk mempermudah masyarakat memperoleh akses pengisian daya, baik untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
"Kami memahami bahwa salah satu kekhawatiran pengguna kendaraan listrik adalah ketersediaan tempat pengisian daya, terutama ketika melakukan perjalanan jauh. Karena itu, PLN terus memperluas infrastruktur SPKLU agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan pengisian daya," ujar Rizky.
Ia menambahkan, keberadaan 145 unit SPKLU di 116 lokasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan listrik.
Pengembangan infrastruktur dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan pengguna serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Sumatera Utara. Dengan semakin luasnya jaringan SPKLU, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa khawatir ketika harus menempuh perjalanan dengan kendaraan listrik.
Selain memperluas jaringan SPKLU, PLN juga menghadirkan berbagai kemudahan melalui aplikasi PLN Mobile. Salah satunya melalui fitur Trip Planner yang membantu pengguna kendaraan listrik merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan jarak tempuh, kebutuhan pengisian daya, serta lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan.
Fitur tersebut dapat membantu pelanggan menentukan titik pengisian daya sebelum memulai perjalanan sehingga perjalanan dapat direncanakan secara lebih terarah.
Tidak hanya itu, PLN Mobile juga dilengkapi fitur AntreEV yang memungkinkan pelanggan memantau kondisi antrean pengisian daya secara real time serta mengakses layanan antrean digital pada SPKLU yang telah mendukung fitur tersebut.
Kehadiran layanan digital ini diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian waktu tunggu sekaligus membantu pengguna mengatur waktu pengisian daya dengan lebih efektif.
"Melalui PLN Mobile, pelanggan dapat mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang perjalanan sekaligus memanfaatkan berbagai fitur pendukung pengisian daya. Kami ingin memastikan pertumbuhan kendaraan listrik di Sumatera Utara berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur dan kualitas pelayanan, sehingga masyarakat semakin nyaman dan percaya diri menggunakan kendaraan listrik, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jauh," tambah Rizky.
Sementara itu, Komisaris Independen PLN, Ali Masykur Musa, menegaskan bahwa pengalaman dan masukan pelanggan seperti yang disampaikan Rudy harus menjadi perhatian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah kendaraan listrik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengisian daya, kemudahan akses layanan, serta peningkatan kualitas pelayanan yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan pengguna.
"Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah yang utama. PLN harus terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat semakin nyaman dan tidak ragu menggunakan kendaraan listrik. Pertumbuhan kendaraan listrik juga harus terus diperhatikan agar pengembangan SPKLU dapat berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat," ujar Ali Masykur.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik bukan semata-mata berkaitan dengan kemajuan teknologi transportasi, tetapi merupakan bagian dari upaya besar mendukung transisi energi dan menjaga kelestarian lingkungan.
"Kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya kita membangun ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan anak cucu kita pada masa mendatang," tambahnya.
Melalui dialog langsung dengan pelanggan, PLN mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan nyata pengguna kendaraan listrik, termasuk pentingnya ketersediaan SPKLU di sepanjang jalur perjalanan dan daerah tujuan.
Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas akses pengisian daya, serta menghadirkan inovasi digital yang semakin memudahkan pelanggan.
PLN UID Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur SPKLU, optimalisasi layanan digital, dan peningkatan kualitas pelayanan pelanggan.
Dengan dukungan jaringan pengisian daya yang semakin luas serta kemudahan layanan melalui PLN Mobile, PLN berharap masyarakat semakin percaya diri beralih menggunakan kendaraan listrik.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung percepatan transisi energi nasional dan mewujudkan sistem transportasi Indonesia yang lebih bersih, efisien, serta berkelanjutan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)