1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Ekonomi

BULOG Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus Cegah Penyalahgunaan

Oleh ,

Pemimpin Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, menegaskan komitmen BULOG memperketat pengawasan distribusi beras SPHP dan mengevaluasi kepatuhan mitra penyalur guna mencegah penyalahgunaan program pemerintah.

GIMIC.ID, MEDAN – Perum BULOG mengambil langkah tegas menyikapi dugaan penyalahgunaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh oknum mitra penyalur di wilayah Matraman dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga integritas penugasan pemerintah, BULOG segera melakukan penertiban, memperkuat pengawasan, serta mengevaluasi mekanisme distribusi beras SPHP. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program stabilisasi pangan berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Keseriusan BULOG diwujudkan melalui penguatan pengawasan internal dan evaluasi terhadap pelaksanaan distribusi, khususnya pada jalur penyaluran yang dinilai berpotensi mengalami penyimpangan.

Pembenahan tata kelola distribusi ini mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah strategis, BULOG juga membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgas Khusus) Penertiban Program Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pembentukan satgas tersebut bertujuan memperkuat sistem pengawasan distribusi agar lebih ketat, terintegrasi, dan berkelanjutan di seluruh wilayah operasional BULOG.

Satgas Khusus akan diarahkan untuk memperkuat pemantauan jalur distribusi, mengevaluasi kepatuhan mitra penyalur, serta memastikan setiap tahapan penyaluran beras pemerintah berjalan sesuai aturan. Dengan demikian, potensi penyalahgunaan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.

Pemimpin Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara, R. Darma Wijaya, menegaskan bahwa penguatan pengawasan merupakan langkah penting untuk menjaga integritas pelaksanaan program SPHP sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap distribusi pangan pemerintah.

"Penguatan pengawasan ini merupakan bentuk komitmen BULOG dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan penyaluran beras SPHP berjalan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. Kami terus mendorong seluruh mitra penyalur untuk mematuhi ketentuan yang berlaku serta memastikan beras SPHP dapat diterima masyarakat sesuai tujuan program pemerintah," tegas R. Darma Wijaya.

Ia menambahkan, seluruh jajaran BULOG di wilayah kerja Sumatera Utara terus didorong untuk meningkatkan pengawasan distribusi. Hal ini penting agar program SPHP terlaksana secara tertib, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pengawasan juga difokuskan pada penataan dan evaluasi jaringan mitra penyalur, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), yang menjadi salah satu saluran distribusi beras SPHP kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, BULOG memastikan penyaluran beras SPHP kepada mitra RPK telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Rata-rata pengambilan beras oleh mitra RPK berkisar 1 hingga 2 ton untuk setiap kali pengambilan.

Mekanisme tersebut merupakan bagian dari pengendalian distribusi guna menjaga ketertiban penyaluran, pemerataan pasokan, serta memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP.

Selain itu, BULOG menekankan pentingnya kepatuhan seluruh mitra terhadap ketentuan distribusi, harga jual, serta larangan penyalahgunaan komoditas yang merupakan bagian dari program pemerintah.

Melalui pengawasan yang lebih intensif dan evaluasi secara berjenjang, BULOG berupaya memastikan penyaluran beras SPHP semakin transparan, tertib, dan tepat sasaran sekaligus meminimalkan risiko penyimpangan pada setiap mata rantai distribusi.

Di sisi lain, BULOG menegaskan bahwa penertiban dan pembenahan tata kelola distribusi merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas program SPHP yang memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas pasokan dan harga beras nasional.

BULOG berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah secara optimal dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan perlindungan kepentingan masyarakat.

Perusahaan juga menyatakan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat berwenang serta siap memberikan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan agar setiap dugaan pelanggaran dapat ditangani secara objektif dan tuntas.

Melalui langkah tersebut, BULOG berharap pengawasan distribusi beras SPHP semakin kuat sehingga program pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan dapat berjalan optimal serta tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga