1. Beranda
  2. Transportasi

Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api, Petugas KAI Sumut Periksa Jalur Rel dengan Berjalan Kaki

Oleh ,

Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) KAI Divre I Sumatera Utara melakukan pemeriksaan kondisi rel dan prasarana perkeretaapian secara rutin untuk memastikan jalur tetap andal dan aman dilalui kereta api.

GIMIC.ID, MEDAN – Di balik kelancaran dan keselamatan perjalanan kereta api yang setiap hari melayani masyarakat di Sumatera Utara, terdapat peran penting Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ). Mereka menyusuri lintasan rel dengan berjalan kaki untuk memastikan kondisi prasarana tetap andal dan mendukung keselamatan operasional kereta api.

Pemeriksaan secara langsung di lapangan menjadi bagian penting dari upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara dalam menjaga kualitas prasarana perkeretaapian, sekaligus mendeteksi potensi gangguan yang dapat memengaruhi perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan keandalan prasarana jalan rel merupakan fondasi utama dalam menjaga keselamatan operasional perjalanan kereta api.

“Pemeriksaan jalur merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api. Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, petugas dapat memantau kondisi prasarana serta melaporkan apabila ditemukan hal-hal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar Anwar.

Menurutnya, KAI Divre I Sumatera Utara secara berkelanjutan melaksanakan pemantauan dan perawatan prasarana sesuai ketentuan. Pemeriksaan jalur menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari identifikasi kondisi di lapangan, pelaporan temuan, evaluasi, hingga tindak lanjut oleh unit terkait.

Salah satu kegiatan pemeriksaan rutin dengan berjalan kaki dilakukan pada lintas Medan–Bandar Khalipah sepanjang 9,6 kilometer. Pemeriksaan dimulai setiap hari pukul 06.00 WIB dengan melibatkan tiga petugas PPJ yang masing-masing memiliki area dan tanggung jawab pemeriksaan.

Petugas pertama bertugas memeriksa jalur tunggal bawah dengan berjalan kaki dari Bandar Khalipah menuju Medan. Petugas kedua menyusuri jalur hulu atas dengan arah yang sama, sedangkan petugas ketiga memeriksa jalur hilir atas dari Medan menuju Bandar Khalipah.

Pembagian tugas tersebut dilakukan untuk memastikan setiap bagian jalur yang menjadi tanggung jawab petugas dapat diperiksa secara cermat.

Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa berbagai komponen penting prasarana perkeretaapian, antara lain kondisi rel, sambungan rel, bantalan, penambat, balas, geometri jalur, serta lingkungan di sekitar lintasan yang berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan.

Pemeriksaan secara langsung memungkinkan petugas mengamati kondisi prasarana dari dekat dan mengidentifikasi indikasi kerusakan atau ketidaknormalan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Anwar menjelaskan, pemeriksaan manual dengan berjalan kaki tetap menjadi metode penting, terutama ketika Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ) mengalami gangguan atau ketika kondisi lintasan membutuhkan pengamatan yang lebih terperinci.

Selain pemeriksaan berjalan kaki, KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan enam unit KPJ untuk mendukung pemeriksaan prasarana di berbagai lintas operasional.

Setiap unit KPJ diawaki dua petugas dan bergerak dengan kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam. Penggunaan kendaraan tersebut membantu memperluas jangkauan pemeriksaan, sedangkan pemeriksaan berjalan kaki memungkinkan pengamatan lebih dekat terhadap kondisi komponen jalur.

Kedua metode tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan prasarana yang dilakukan sesuai kebutuhan dan prosedur operasional.

Saat ini, jaringan rel aktif di wilayah kerja KAI Divre I Sumatera Utara mencapai 476,46 kilometer yang menghubungkan 43 stasiun di 13 kabupaten/kota.

Untuk mendukung pemeriksaan prasarana pada jaringan tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara menyiagakan 31 petugas PPJ dan enam unit KPJ.

Dengan cakupan jaringan yang luas, pemeriksaan rutin dan pelaporan kondisi prasarana menjadi aspek penting dalam menjaga keandalan jalur serta mendukung kelancaran perjalanan kereta api.

Anwar menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kedisiplinan, konsistensi, dan kepatuhan terhadap seluruh prosedur pemeriksaan prasarana.

Setiap temuan di lapangan perlu dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti oleh unit terkait sesuai tingkat kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

“Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan setiap prosedur. Kami berkomitmen memastikan pemeriksaan serta tindak lanjut kondisi prasarana dilaksanakan sesuai ketentuan, karena keselamatan tidak dapat ditawar,” pungkas Anwar.

Melalui peran petugas pemeriksa jalur, dukungan kendaraan pemeriksaan, serta pemantauan dan perawatan prasarana secara berkelanjutan, KAI Divre I Sumatera Utara terus berupaya menjaga keandalan jalur kereta api demi mendukung perjalanan yang aman dan lancar bagi masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga