1. Beranda
  2. Pemerintahan
  3. Pendidikan

Pesantren Al Washliyah Bersama Pemko Tanjungbalai Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Oleh ,

Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 bersama Pesantren Al Washliyah di Lapangan Pesantren Al Washliyah, Kota Tanjungbalai, Kamis (22/10/2026). 

GIMIC.ID, TANJUNGBALAI – Pesantren Al Washliyah bersama Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Pesantren Al Washliyah, Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”

Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, komandan upacara dipercayakan kepada salah seorang santri Al Washliyah Gading.

Peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam membangun karakter generasi muda, menjaga nilai-nilai keislaman, serta berkontribusi terhadap kemajuan bangsa di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai, perwakilan Lanal Tanjungbalai Asahan (TBA), perwakilan Brimob TBA, perwakilan Lapas Tanjungbalai, perwakilan Pengadilan Agama, perwakilan Kodim 0208/Asahan, perwakilan Kejaksaan Negeri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala madrasah se-Kota Tanjungbalai.

Kehadiran unsur pemerintah dan berbagai instansi tersebut menunjukkan keterlibatan lintas sektor dalam mendukung pendidikan keagamaan serta pembinaan generasi muda melalui lingkungan pesantren.

Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, disampaikan bahwa tema Hari Santri Nasional 2026 mengandung pesan penting mengenai tanggung jawab santri dalam menentukan masa depan bangsa.

Jika pada masa perjuangan kemerdekaan para santri berperan dalam mempertahankan kedaulatan negara, kini perjuangan tersebut perlu dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia.

“Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta bagi seorang santri tidak boleh padam,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan pada upacara tersebut.

Amanat itu juga menyoroti cita-cita Indonesia Emas 2045, ketika Indonesia genap berusia 100 tahun. Untuk mewujudkan visi tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki integritas dan akhlak yang baik.

Santri diharapkan mampu mengambil peran dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi ulama dan pendidik, tetapi juga berpeluang menjadi ilmuwan, pengusaha, profesional, hingga pemimpin bangsa.

Karena itu, para santri didorong untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan mengabdikan ilmu yang dimiliki bagi kepentingan masyarakat.

Dalam amanat tersebut, Menteri Agama juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus membuka diri terhadap perkembangan zaman.

Santri diharapkan tetap teguh memegang nilai-nilai keislaman, tetapi tidak takut menghadapi kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Perpaduan antara pemahaman agama, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kemampuan berinovasi dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan.

Selain kecerdasan intelektual, santri juga diharapkan memiliki kejujuran, integritas, kemandirian, serta kepedulian terhadap sesama.

Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter tersebut. Melalui pendidikan agama dan pembiasaan kehidupan sehari-hari, pesantren menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, kemandirian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.

Oleh karena itu, keberadaan pesantren perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang baik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tanjungbalai diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat semangat belajar, menjaga akhlak, dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Sinergi antara pesantren dan pemerintah juga diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung pendidikan, pembinaan karakter, serta pengembangan potensi generasi muda.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh santri untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

“Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” demikian pesan penutup amanat Menteri Agama dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Tanjungbalai.

Melalui peringatan ini, semangat perjuangan para santri diharapkan terus tumbuh dan berkembang, tidak hanya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dalam menghadirkan ilmu, inovasi, dan pengabdian bagi kemajuan Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga