Putra Asli Bandar Selamat Medan Tembung, Mayjen Nefra Firdaus Pimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha
Mayjen TNI Nefra Firdaus dipercaya menjadi Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha, komando daerah militer baru di Maluku Utara. Ia memiliki latar belakang keluarga pendidik yang berasal dari kawasan Bandar Selamat, Medan Tembung.
GIMIC.ID, MEDAN – Mayor Jenderal TNI Assoc. Prof. Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., dipercaya menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara. Penunjukan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Medan, khususnya warga Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, yang merupakan lingkungan asal keluarga jenderal bintang dua tersebut.
Nefra Firdaus disebut sebagai putra dari keluarga yang berasal dari Jalan Letda Sujono, Gang Apas, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Ia merupakan putra pasangan almarhum Buya Arfan Marwazie dan Ummi H. Syarifah Harahap, keluarga yang dikenal menjunjung tinggi pendidikan dan nilai-nilai keagamaan.
Penunjukan Nefra untuk memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha berlangsung di tengah penataan organisasi TNI Angkatan Darat melalui pembentukan komando daerah militer baru. Berdasarkan informasi dalam materi yang diterima, peresmian dan pelantikan jajaran pimpinan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Markas Besar TNI, Cilangkap.
Mayjen TNI Nefra Firdaus lahir di Padangsidimpuan pada 5 September 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1992 dan memiliki pengalaman di bidang tempur, termasuk penugasan di satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dengan jabatan yang disebut pernah diembannya sebagai Komandan Batalyon Detasemen 81 Penanggulangan Teror (Gultor).
Sepanjang perjalanan kariernya, Nefra dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Sejumlah jabatan tersebut antara lain Komandan Kodim di Pulau Selayar, Komandan Korem Teuku Umar di Meulaboh, Aceh, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Wakil Komandan Kodiklatad, hingga Kepala Staf Kodam XV/Pattimura.
Pengalaman di bidang teritorial, penerangan, pendidikan militer, dan staf komando menjadi bagian dari perjalanan kariernya sebelum dipercaya memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha di Maluku Utara.
Selain berkarier di dunia militer, Nefra Firdaus juga memiliki rekam jejak di bidang akademik. Ia disebut pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan (Unhan) dan tercatat sebagai kandidat guru besar di lingkungan perguruan tinggi tersebut.
Latar belakang akademiknya menjadi salah satu sisi lain dari perjalanan karier Nefra, yang tidak hanya berkaitan dengan tugas-tugas kemiliteran, tetapi juga pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pertahanan dan keamanan nasional.
Pendidikan formalnya juga memiliki keterkaitan erat dengan Kota Medan. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 060827, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 15/17 dan SMA Negeri 10/11 di Medan. Di sela-sela tugas kedinasan militernya, ia juga melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sahid, Jakarta.
Nefra Firdaus merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara. Ia tumbuh dalam keluarga yang menanamkan pentingnya pendidikan, disiplin, dan nilai-nilai agama sebagai landasan kehidupan.
Sejumlah saudara kandungnya juga menorehkan prestasi di bidang pendidikan dan akademik. Di antara mereka terdapat sejumlah akademisi dan profesor, yakni Prof. Dr. Safnan, M.Pd., almarhum Prof. Dr. Sri Milfa Yetty, M.S., Kons., almarhum Prof. Dr. Sri Minda Murni, M.S., Dra. Sri Surya Warni, Dra. Sri Kemala Khairani, M.Pd., Dr. Sri Faizah Lisnasari, M.Si., serta Prof. Dr. Sri Adelila Sari.
Selain itu, keluarga tersebut juga memiliki anggota bernama Chandra Helmy, S.E., dan Kurnia Hendra Putra, M.Si.
Latar belakang keluarga yang kuat dalam bidang pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Nefra Firdaus. Nilai-nilai yang ditanamkan orang tuanya turut mewarnai perjalanan pendidikan dan pengabdiannya hingga mencapai posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Kini, kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha menandai babak baru dalam perjalanan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Bagi keluarga dan masyarakat yang memiliki kedekatan dengan asal-usulnya di Bandar Selamat, Medan Tembung, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).