1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Internasional
  4. Investasi
  5. Pemerintahan

Dubes Malaysia Sebut Medan Kota Strategis, Rico Waas Buka Peluang Investasi dan Perdagangan

Oleh ,

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan silaturahmi Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Balai Kota Medan.

GIMIC.ID, MEDAN – Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, menyebut Kota Medan sebagai salah satu kota strategis bagi penguatan hubungan ekonomi dan perdagangan Malaysia di Sumatera Utara. Menyambut peluang tersebut, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka kesempatan kerja sama investasi di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, hingga pariwisata dan ekonomi digital.

Peluang kerja sama tersebut mengemuka dalam pertemuan silaturahmi antara Rico Waas dan Dato' Muzafar Shah Mustafa di Balai Kota Medan, Kamis (8/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan investasi, perdagangan, serta kolaborasi antarpelaku usaha kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Rico Waas memaparkan sejumlah potensi Kota Medan, termasuk pertumbuhan ekonomi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi massal, pengelolaan sampah, serta pengembangan pariwisata.

Menurut Rico, Medan memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa. Selain menjadi pusat aktivitas perdagangan dan jasa, karakter masyarakatnya yang multikultural serta kekayaan kuliner dan budaya juga menjadi modal penting untuk menarik investasi dan mengembangkan sektor pariwisata.

Di sektor ekonomi, Rico mengungkapkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 mencapai sekitar Rp14,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp7 triliun. Pada tahun yang sama, pertumbuhan ekonomi Medan tercatat sekitar 5,10 persen.

“Medan ini tidak hanya memiliki ekonomi makro, tetapi juga ekonomi mikro. Kota ini juga menjadi kotanya UMKM,” ujar Rico Waas.

Dalam pertemuan itu, Rico didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Sofyan, Kepala Dinas Pariwisata Odi Anggia Batubara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Surya Syahputra, serta Kepala Bagian Kerja Sama Seri Inderahayu.

Selain potensi ekonomi dan UMKM, Rico Waas turut memaparkan rencana pengembangan transportasi publik di Kota Medan melalui sistem bus rapid transit (BRT).

Pengembangan tersebut ditargetkan meningkatkan jumlah koridor dari lima menjadi 12 koridor pada 2027, dengan cakupan layanan yang menghubungkan Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang. Pemko Medan juga menargetkan penambahan armada bus listrik dari 60 unit menjadi sekitar 283 unit.

Pengembangan transportasi massal tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antardaerah, mendukung mobilitas masyarakat, dan memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.

Di bidang lingkungan, Pemko Medan juga mengembangkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Dengan potensi timbulan sampah lebih dari 1.700 ton per hari, pengelolaan sampah menjadi salah satu sektor yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui dukungan teknologi dan investasi.

Rico juga menyampaikan upaya penataan lima kawasan strategis pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua Medan. Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, dan industri kreatif.

Berbagai potensi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Medan memperluas kesempatan kerja sama dengan mitra internasional, termasuk Malaysia.

Sementara itu, Dato' Muzafar Shah Mustafa, yang hadir didampingi Konsul Jenderal Malaysia Tuan Sahril Nizam bin Abdul Malek beserta delegasi, menegaskan pentingnya Kota Medan dalam hubungan ekonomi dan perdagangan Malaysia di Sumatera Utara.

Ia menilai Medan memiliki daya tarik bagi pelaku usaha dan pengunjung dari Malaysia, didukung aktivitas ekonomi serta karakter masyarakat yang terbuka terhadap kedatangan warga negara lain.

“Saya merasakan Medan ini satu bandar yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini,” kata Dato' Muzafar.

Ia juga menyampaikan bahwa total perdagangan Malaysia dan Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari US$26 miliar. Sementara itu, nilai perdagangan dua arah antara Malaysia dan Medan disebut mencapai sekitar US$1,5 miliar.

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya peluang untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi yang telah terjalin.

Sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama kedua pihak meliputi kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata, dan hospitalitas.

Selain mendorong investasi, Malaysia juga melihat peluang memperkuat hubungan antarpelaku usaha melalui program business matching dan business networking. Kedua pendekatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan pengusaha Malaysia dengan pelaku usaha di Medan untuk menjajaki kemitraan, memperluas pasar, dan mengembangkan peluang bisnis baru.

“Medan adalah satu kota yang amat penting bagi Malaysia dari segi ekonomi dan juga perdagangan,” tegasnya.

Dato' Muzafar berharap kunjungan perdananya ke Balai Kota Medan menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret antara Malaysia dan Pemerintah Kota Medan.

Penguatan hubungan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan dan menarik investasi baru, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di kedua negara.

Bagi Kota Medan, penjajakan kerja sama dengan Malaysia menjadi peluang untuk memperluas jejaring investasi internasional sekaligus mengoptimalkan potensi daerah. Dengan dukungan pelaku usaha dan pemangku kepentingan, berbagai sektor unggulan diharapkan dapat berkembang melalui kolaborasi yang saling menguntungkan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi Medan dan Malaysia, dengan harapan peluang yang dibahas dapat ditindaklanjuti melalui program kerja sama, kemitraan usaha, dan investasi yang konkret.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2). 

Baca Juga