14.023 Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Sumut hingga Agustus 2026
KAI Divre I Sumatera Utara mencatat 14.023 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api sepanjang Januari-Agustus 2026. Stasiun Medan menjadi yang tertinggi.
GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 14.023 wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan layanan kereta api untuk melakukan perjalanan di sejumlah wilayah Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa transportasi kereta api tidak hanya menjadi pilihan masyarakat lokal, tetapi juga semakin berperan dalam mendukung mobilitas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Utara.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, tingginya mobilitas wisman di Sumatera Utara turut didukung oleh konektivitas transportasi yang menghubungkan Kota Medan dengan berbagai daerah di provinsi tersebut.
“Kereta api menjadi salah satu sarana yang mendukung konektivitas wisatawan mancanegara selama menjelajahi Sumatera Utara. Dari Medan sebagai pintu gerbang, Siantar sebagai salah satu akses menuju kawasan Danau Toba, hingga Tebing Tinggi dan daerah lainnya sebagai simpul perjalanan,” ujar Anwar.
Berdasarkan data KAI Divre I Sumatera Utara, Stasiun Medan menjadi stasiun dengan aktivitas wisatawan mancanegara tertinggi, yakni mencatat 4.037 pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Tingginya aktivitas tersebut tidak terlepas dari posisi Stasiun Medan sebagai pusat perjalanan kereta api sekaligus salah satu simpul utama mobilitas masyarakat di Sumatera Utara.
Jaringan kereta api KAI Divre I Sumatera Utara juga menghubungkan Medan dengan sejumlah daerah, antara lain Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Kisaran, Tanjungbalai, Rantauprapat, Belawan, Kuala Tanjung, hingga Kualanamu.
Menurut Anwar, posisi geografis Sumatera Utara yang relatif dekat dengan sejumlah negara, seperti Singapura dan Malaysia, turut menjadikan provinsi ini sebagai salah satu tujuan perjalanan wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia.
Selain itu, kereta api menjadi salah satu alternatif transportasi bagi wisatawan karena menawarkan perjalanan yang aman, efisien, serta dapat diandalkan untuk menjangkau berbagai daerah.
Pemanfaatan layanan kereta api oleh wisatawan mancanegara, lanjut Anwar, menunjukkan bahwa perkeretaapian memiliki peran yang lebih luas. Selain memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, kereta api juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan turut menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah yang dilalui.
“Kereta api bukan hanya mengangkut wisatawan, tetapi juga ikut menghubungkan mereka dengan berbagai potensi wisata dan rantai ekonomi daerah,” katanya.
Konektivitas antardaerah melalui transportasi kereta api dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata Sumatera Utara. Terlebih, semakin beragamnya destinasi wisata yang dapat dijangkau dari Medan membuka peluang lebih besar bagi wisatawan untuk menjelajahi berbagai daerah.
Anwar menambahkan, peningkatan konektivitas diharapkan dapat semakin memperkuat peran kereta api sebagai bagian dari perjalanan wisatawan sekaligus membuka akses terhadap berbagai potensi daerah.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, kereta api diharapkan dapat terus menjadi bagian dari perjalanan wisatawan dalam mengenal berbagai destinasi dan potensi ekonomi di Sumatera Utara,” pungkas Anwar.
Dengan tercatatnya 14.023 perjalanan pelanggan wisatawan mancanegara hingga Agustus 2026, keberadaan jaringan kereta api di Sumatera Utara semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pendukung konektivitas pariwisata, mobilitas antardaerah, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).