1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Infrastruktur
  4. Transportasi

Stasiun Bandar Tinggi, Simpul Strategis Penumpang dan Logistik Menuju Kuala Tanjung

Oleh ,

Stasiun Bandar Tinggi di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, menjadi salah satu simpul penting perjalanan kereta api sekaligus titik percabangan jalur menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

GIMIC.ID, SIMALUNGUN — Stasiun Bandar Tinggi di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus memainkan peran strategis dalam mendukung konektivitas transportasi masyarakat sekaligus penguatan jaringan logistik berbasis kereta api.

Stasiun yang telah beroperasi sejak 1915, bersamaan dengan peresmian jalur kereta api segmen Tebing Tinggi–Kisaran, tersebut kini memiliki fungsi yang semakin luas. Berstatus sebagai stasiun kelas III di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Stasiun Bandar Tinggi sejak 2018 juga menjadi titik awal percabangan jalur kereta api menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pengembangan peran Stasiun Bandar Tinggi tidak terlepas dari pembangunan jalur kereta api untuk mendukung angkutan logistik menuju kawasan industri dan Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Stasiun Bandar Tinggi memiliki peran tersendiri karena berada di lintas utama Medan–Tebing Tinggi–Kisaran sekaligus menjadi titik percabangan menuju Kuala Tanjung. Keberadaan jalur sepanjang 21,5 kilometer spoor (kmsp) tersebut memperluas fungsi stasiun, dari yang semula melayani perjalanan masyarakat kini juga memperkuat rantai logistik angkutan barang,” ujar Anwar.

Jalur percabangan dari Stasiun Bandar Tinggi tersebut menjadi bagian penting dalam konektivitas kawasan industri dan pelabuhan di Sumatera Utara. Jaringan rel itu terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga menuju Pelabuhan Kuala Tanjung.

Konektivitas berbasis rel tersebut memberikan alternatif transportasi logistik yang dapat mendukung distribusi berbagai produk industri dari pusat produksi menuju simpul perdagangan dan pelabuhan.

Keberadaan jalur kereta api juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperkuat konektivitas antarkawasan serta mendukung pengembangan ekosistem logistik yang lebih terintegrasi.

Dengan posisi tersebut, Stasiun Bandar Tinggi tidak hanya menjadi bagian dari jalur kereta api antarkota, tetapi juga berperan sebagai simpul yang mempertemukan sektor transportasi, kawasan industri dan aktivitas kepelabuhanan.

Di sisi pelayanan penumpang, Stasiun Bandar Tinggi tetap aktif melayani pelanggan yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api, termasuk KA Putri Deli dan KA Datuk Blambangan.

Keberadaan layanan tersebut memberikan pilihan transportasi bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batu Bara, baik untuk keperluan aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antardaerah.

Tingkat mobilitas masyarakat melalui Stasiun Bandar Tinggi juga menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan layanan kereta api masih menjadi salah satu pilihan transportasi yang dibutuhkan masyarakat.

Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, Stasiun Bandar Tinggi tercatat melayani 31.003 pelanggan, terdiri atas 15.531 penumpang naik dan 15.472 penumpang turun.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 26.628 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut sekaligus menunjukkan semakin pentingnya keberadaan Stasiun Bandar Tinggi dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi warga di sekitar stasiun.

Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara akan terus menjaga keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api, baik untuk angkutan penumpang maupun barang.

Menurutnya, penguatan konektivitas perkeretaapian di Sumatera Utara menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan posisinya sebagai titik percabangan menuju Kuala Tanjung, Stasiun Bandar Tinggi kini memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar tempat naik dan turun penumpang. Simpul tersebut menjadi bagian dari jaringan yang mempertemukan transportasi kereta api, kawasan industri, dan pelabuhan dalam satu rantai konektivitas logistik,” pungkas Anwar.

Ke depan, keberadaan Stasiun Bandar Tinggi diharapkan semakin memperkuat peran perkeretaapian di Sumatera Utara, baik sebagai moda transportasi masyarakat maupun sebagai tulang punggung konektivitas logistik dari kawasan industri menuju pusat perdagangan dan pelabuhan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2). 

Baca Juga