1. Beranda
  2. Politik

Jelang Musda Demokrat Sumut, Arif Tampubolon Dorong Evaluasi Kepemimpinan Lokot

Oleh ,

Kader Partai Demokrat Arif Tampubolon menyampaikan pandangannya dalam Dialog Publik “25 Tahun Partai Demokrat: Peluang dan Tantangan Mengembalikan Kejayaan Partai di Sumatera Utara” di Hotel Grand Antares, Medan, Minggu (4/10/2026).

GIMIC.ID, MEDAN — Dinamika internal Partai Demokrat Sumatera Utara kembali menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda). Kader Demokrat, Arif Tampubolon, secara terbuka mendorong evaluasi hingga perubahan kepemimpinan di DPD Demokrat Sumut jika partai berlambang mercy itu ingin kembali memperkuat posisi politiknya di Sumatera Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif dalam Dialog Publik bertajuk “25 Tahun Partai Demokrat: Peluang dan Tantangan Mengembalikan Kejayaan Partai di Sumatera Utara” yang digelar di Hotel Grand Antares, Medan, Minggu (4/10/2026).

Dalam forum tersebut, Arif mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution. Namun, ia menegaskan kekecewaan tersebut ditujukan kepada sosok pemimpin, bukan kepada Partai Demokrat sebagai institusi politik.

“Saya memang agak sinis karena saya tersakiti secara psikologis oleh Ketua DPD saat ini,” ujar Arif.

Arif bahkan secara terbuka menyebut pergantian Ketua DPD Demokrat Sumut sebagai salah satu opsi apabila kader menginginkan partai kembali menjadi kekuatan politik yang besar.

“Kalau memang kita mampu mengganti Ketua DPD, ganti! Kalau enggak mampu, kenapa ikuti peraturannya?” tegasnya.

Ia kemudian menyampaikan prediksi mengenai perolehan kursi Demokrat di DPRD Sumut apabila Lokot kembali memimpin pada periode berikutnya.

“Kalau memang masih Lokot Nasution juga 2027 nanti terpilih jadi Ketua DPD Demokrat Sumut, saya prediksi perolehan kursi DPRD Provinsi Sumatera Utara bakal berkurang, bukan lima lagi, ini dua,” katanya.

Arif menegaskan, angka tersebut merupakan prediksi dan pandangan politik pribadinya, bukan hasil survei maupun proyeksi resmi pemilu.

Sebagai catatan, Partai Demokrat memperoleh lima kursi DPRD Sumut pada Pemilu 2024. Jumlah itu jauh di bawah capaian Demokrat pada Pemilu 2009 yang mencapai 27 kursi DPRD Sumut.

Kritik Arif tidak hanya berkaitan dengan persoalan elektoral. Ia juga mempertanyakan pengalaman kepemimpinannya bersama Lokot Nasution dengan mengungkap bahwa dirinya pernah diberhentikan dari kepengurusan Demokrat.

Menurut Arif, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan munculnya kekecewaan terhadap kepemimpinan di tingkat DPD.

“Di kepengurusan Lokot Nasution saya dipecat. Itu hanya karena persoalan kecil. Itu saya kecewanya, bukan kecewa di partai, tapi kecewa di pemimpin,” ujarnya.

Meski demikian, Arif memastikan dirinya tetap loyal kepada Partai Demokrat. Ia mengaku tidak tertarik berpindah partai meski mengklaim pernah mendapat tawaran dari partai politik lain.

“Mau partai mana datang, enggak, aku tetap Demokrat. Kalian ganggu Demokrat, partai lain, aku lawan,” katanya.

Bagi Arif, loyalitas kepada partai tidak berarti kader harus menutup mata terhadap persoalan internal. Kritik, menurut dia, merupakan bagian dari upaya memperbaiki organisasi.

“Selagi benar, pemimpin saya dukung sebagai yang memimpin,” ujarnya.

Arif mendorong agar dinamika kepemimpinan Demokrat Sumut diselesaikan melalui mekanisme organisasi, salah satunya Musyawarah Daerah (Musda).

Dalam dinamika tersebut, ia menyebut sejumlah nama yang menurutnya layak diperhitungkan, di antaranya Armin Simatupang dan Anita Lubis.

Nama-nama calon ketua memang telah muncul dalam dinamika menjelang Musda Demokrat Sumut 2026. Sejumlah pemberitaan sebelumnya juga menyebut Lokot Nasution, Anita Lubis, Armin Simatupang dan sejumlah tokoh lainnya sebagai nama yang masuk dalam bursa kepemimpinan DPD Demokrat Sumut.

Di sisi lain, dukungan terhadap Lokot juga masih muncul dari sejumlah kader. Ketua DPC Demokrat Kota Medan Iswanda Ramli, misalnya, pada Agustus 2026 menyatakan dukungan agar Lokot kembali memimpin Demokrat Sumut periode 2026–2031.

Hal itu menunjukkan bahwa dinamika menjelang Musda tidak hanya diwarnai tuntutan pergantian kepemimpinan, tetapi juga dukungan terhadap kepemimpinan Lokot.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh Demokrat di Jakarta untuk membahas kondisi internal Demokrat Sumut.

Salah satu tokoh yang disebutnya adalah Aulia Pohan. Arif mengaku telah beberapa kali berdiskusi mengenai perkembangan Partai Demokrat di Sumatera Utara.

“Minggu semalam saya pulang dari Jakarta jumpa Pak Aulia Pohan, banyak cerita, diskusi. Sama dia saya jumpa sudah enam kali diskusi, tentang Demokrat Sumut saya paparkan,” ungkapnya.

Namun, pernyataan mengenai komunikasi tersebut merupakan keterangan dari Arif dalam forum dialog dan tidak disertai penjelasan lebih lanjut mengenai sikap atau posisi Aulia Pohan terhadap dinamika kepemimpinan Demokrat Sumut.

Selain mendorong evaluasi kepemimpinan, Arif mengaku tengah berupaya mendorong regenerasi kader Demokrat di Sumatera Utara.

Ia menyebut akan membawa tiga pengusaha muda asal Sumatera Utara untuk mengambil Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat di tingkat pusat.

“Saya minggu besok berangkat bawa tiga orang pengusaha Sumut mau mengambil KTA Demokrat di Pusat,” ujarnya.

Menurut Arif, regenerasi kader dan penguatan basis akar rumput menjadi bagian penting apabila Demokrat ingin kembali meningkatkan kekuatan politiknya di Sumatera Utara.

Ia juga menegaskan kritik yang disampaikannya tidak dilandasi kepentingan materi.

“Belum pernah saya menikmati dari Demokrat berbentuk uang. Belum pernah saya jual Demokrat cari uang,” katanya.

Di penghujung pernyataannya, Arif kembali mempertanyakan arah kepemimpinan Demokrat Sumut ke depan.

Ia mengingatkan bahwa Demokrat pernah meraih 27 kursi DPRD Sumut pada Pemilu 2009. Capaian tersebut kemudian menjadi salah satu tolok ukur historis yang ia gunakan untuk menggambarkan target kebangkitan partai di Sumatera Utara.

Arif menilai kader Demokrat perlu berani membicarakan kembali target tersebut, sekaligus menentukan figur yang dinilai mampu membawa partai memperkuat kembali perolehan kursinya.

“Sekarang persoalannya, berani enggak kita untuk menukar Lokot Nasution, dan mengembalikan perolehan 27 kursi DPRD Provinsi Sumatera Utara pada 2009? Siapa pemimpin yang mampu? Itu menurut saya,” tegasnya.

Pernyataan Arif tersebut menambah dinamika internal Demokrat Sumut menjelang Musda. Sementara keputusan mengenai kepemimpinan DPD Demokrat Sumut tetap berada dalam mekanisme organisasi Partai Demokrat sesuai ketentuan yang berlaku.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD). 

Baca Juga