1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Teknologi
  4. Transportasi

80 Persen Pelanggan KAI Divre I Sumut Pesan Tiket Lewat Access by KAI

Oleh ,

Aktivitas pelayanan pelanggan dan penggunaan layanan digital KAI Divre I Sumatera Utara. Hingga Agustus 2026, sebanyak 80 persen pelanggan memesan tiket melalui Access by KAI.

GIMIC.ID, MEDAN – Transformasi digital semakin mengubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan transportasi kereta api. Di Sumatera Utara, mayoritas pelanggan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara kini memilih memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI tanpa harus datang langsung ke loket stasiun.

Data KAI Divre I Sumatera Utara menunjukkan, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 1.495.795 pelanggan menggunakan Access by KAI untuk melakukan pemesanan tiket.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari total 1.857.108 pelanggan yang dilayani KAI Divre I Sumatera Utara selama periode yang sama.

Angka tersebut menunjukkan semakin kuatnya pergeseran pola transaksi pelanggan dari layanan konvensional menuju layanan digital. Pemesanan tiket, pengecekan jadwal hingga pengelolaan perjalanan kini dapat dilakukan melalui perangkat ponsel pintar.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan penggunaan aplikasi digital tersebut sejalan dengan komitmen KAI untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

“Sejak pertama kali aplikasi ini hadir dengan nama KAI Access pada tahun 2014 dan kemudian terus berkembang hingga menjadi Access by KAI seperti sekarang, peminat dan penggunanya terus bertambah seiring dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dihadirkan,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, Access by KAI kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelian tiket. Aplikasi tersebut telah berkembang menjadi salah satu kanal digital yang mendukung berbagai kebutuhan pelanggan selama merencanakan dan menjalani perjalanan.

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat membeli tiket, melihat jadwal perjalanan, memilih tempat duduk, memperoleh informasi perjalanan, menggunakan fitur Trip Planner, hingga mengakses berbagai layanan pendukung lainnya.

KAI juga menyediakan fitur female seat map yang memungkinkan pelanggan perempuan memilih tempat duduk dengan penanda warna berbeda. Fitur tersebut ditujukan untuk memberikan pilihan tempat duduk yang lebih sesuai serta meningkatkan rasa aman pelanggan perempuan selama perjalanan.

Selain itu, tersedia fitur live tracking yang memungkinkan pelanggan memantau posisi terkini kereta api sehingga dapat memperkirakan perjalanan dan mengatur kelanjutan mobilitas dengan lebih baik.

“Digitalisasi tidak lagi berhenti pada pemindahan loket ke layar ponsel, tetapi mulai mengubah keseluruhan proses perjalanan pelanggan. Bagi pelanggan, perubahan tersebut membuat proses merencanakan perjalanan dapat dilakukan sebelum berangkat ke stasiun,” jelas Anwar.

Perkembangan layanan digital juga memberikan kemudahan dalam mengelola perjalanan. Pelanggan tidak hanya dapat melakukan transaksi pembelian tiket, tetapi juga menyelesaikan sejumlah kebutuhan setelah tiket diperoleh.

Penyesuaian jadwal perjalanan atau reschedule maupun pembatalan perjalanan dapat dilakukan melalui layanan digital yang tersedia, sehingga pelanggan tidak perlu menghabiskan waktu untuk mengantre di stasiun.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan perjalanan yang semakin praktis dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan perangkat digital.

Meski penggunaan aplikasi digital terus meningkat, KAI Divre I Sumatera Utara tetap menerapkan prinsip inklusivitas dengan mempertahankan sejumlah kanal pemesanan tiket bagi masyarakat yang belum menggunakan layanan digital.

Layanan tersebut antara lain Loket Box yang tersebar di 28 stasiun, situs booking.kai.id, Contact Center 121, serta berbagai mitra penjualan resmi KAI.

Anwar mengatakan layanan loket juga masih tersedia di sejumlah stasiun untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan.

“Termasuk kami juga masih menyediakan loket di 15 stasiun, yang dalam 8 bulan terakhir di tahun 2026 masih digunakan oleh 160.398 pelanggan. Jumlah itu tinggal 9 persen dari total pelanggan kereta api pada periode tersebut,” tambah Anwar.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun kanal digital telah menjadi pilihan mayoritas pelanggan, layanan tatap muka tetap memiliki peran dalam memberikan akses perjalanan kereta api kepada seluruh lapisan masyarakat.

Memasuki usia ke-81 tahun perkeretaapian Indonesia, KAI Divre I Sumatera Utara menyatakan akan terus melakukan inovasi untuk mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Transformasi tersebut diarahkan tidak hanya pada kemudahan transaksi, tetapi juga peningkatan pengalaman pelanggan sejak tahap perencanaan hingga perjalanan selesai.

“Transformasi digital KAI bukan semata memindahkan transaksi dari loket ke aplikasi, tetapi mengubah cara masyarakat merencanakan, membeli, menjalani, dan mengelola perjalanan kereta api. Di usia ke-81 tahun perkeretaapian ini, KAI Divre I Sumut akan terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi layanan agar kereta api selalu relevan, inklusif, dan menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat Sumatera Utara,” tutup Anwar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga