1. Beranda
  2. Pendidikan

POLMED Bentuk Klinik Halal di Ladang Edukasi Deli Serdang, Perkuat Literasi dan Pendampingan Sertifikasi UMKM

Oleh ,

Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (POLMED) bersama pengelola dan tenant UMKM Ladang Edukasi Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, saat pelaksanaan program PKM Edukasi dan Klinik Halal untuk memperkuat literasi serta pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

GIMIC.ID, DELI SERDANG — Politeknik Negeri Medan (POLMED) melalui tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) memperkuat pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program “PKM Edukasi dan Klinik Halal, Strategi Peningkatan Literasi dan Kepatuhan Regulasi Halal bagi Tenant UMKM di Ladang Edukasi Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.”

Program yang didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Medan Tahun 2026 tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan kontribusi perguruan tinggi untuk membantu UMKM menghadapi tuntutan regulasi sekaligus memperkuat ekosistem produk halal.

Tim PKM POLMED diketuai Dr. Hubbul Wathan, M.A., dengan anggota Sudarsono, S.E., M.M.; Dr. Muhammad Zuhirsyan, Lc., M.A.; dan Dr. Ismi Affandi, S.E., M.Si. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa dalam proses edukasi dan pendampingan kepada tenant UMKM.

Pelaksanaan program turut dihadiri pengurus Ladang Edukasi serta Suhendra selaku owner Ladang Edukasi. Keterlibatan pengelola menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program, mengingat Klinik Halal dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan edukasi, tetapi sebagai sarana pendampingan yang dapat terus dimanfaatkan oleh tenant UMKM setelah program PKM berakhir.

Program tersebut dilatarbelakangi masih perlunya peningkatan literasi halal dan kesiapan sertifikasi pada tenant UMKM di Ladang Edukasi.

Hasil identifikasi awal menunjukkan sejumlah aspek yang perlu diperkuat, mulai dari pemahaman mengenai bahan kritis, bahan tambahan pangan, kebersihan dan proses produksi, ketertelusuran bahan, prosedur sertifikasi halal, skema self-declare, hingga penyusunan dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).

Karena itu, kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Para tenant mendapatkan edukasi mengenai konsep halal, regulasi jaminan produk halal, identifikasi titik kritis produk, pemeriksaan bahan baku dan bahan tambahan pangan, hingga pendampingan administrasi serta penyusunan dokumen yang dibutuhkan dalam proses sertifikasi halal.

Program tersebut juga mencakup pengenalan skema self-declare dan pendampingan penyusunan SJPH agar pelaku UMKM tidak hanya memahami prosedur sertifikasi, tetapi juga mampu menerapkan prinsip halal secara konsisten dalam kegiatan usahanya.

Ketua Tim PKM POLMED, Dr. Hubbul Wathan, M.A., menekankan pentingnya penguatan literasi halal agar sertifikasi tidak dipandang semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban administratif.

“Sertifikasi halal perlu dipahami sebagai bagian dari komitmen pelaku usaha dalam memberikan kepastian dan kepercayaan kepada konsumen. Karena itu, UMKM tidak hanya perlu mengetahui prosedur sertifikasi, tetapi juga harus memahami bahan yang digunakan, titik kritis produk, proses produksi, serta bagaimana menjaga konsistensi halal setelah sertifikat diperoleh,” ujarnya.

Salah satu capaian utama program PKM tersebut adalah terbentuknya Klinik Halal UMKM di Ladang Edukasi.

Klinik tersebut diarahkan menjadi pusat informasi, edukasi, konsultasi, dan pendampingan bagi tenant UMKM yang akan mempersiapkan maupun mengurus sertifikasi halal.

Keberadaan Klinik Halal dinilai penting karena sebelumnya belum tersedia unit pendampingan terstruktur di kawasan Ladang Edukasi yang dapat membantu tenant memeriksa bahan baku, mengenali titik kritis produk, mempersiapkan dokumen, serta memahami tahapan sertifikasi halal.

Sebagai penanda keberadaan layanan tersebut, Tim PKM POLMED menyerahkan standing banner Klinik Halal kepada pengelola Ladang Edukasi. Media tersebut sekaligus menjadi sarana informasi bagi tenant dan pengunjung mengenai layanan pendampingan halal yang tersedia di kawasan tersebut.

Selain memberikan edukasi dan pendampingan, Tim PKM POLMED juga menyerahkan satu unit laptop sebagai perangkat pendukung operasional Klinik Halal.

Penyerahan perangkat diterima pihak Ladang Edukasi dengan disaksikan pengurus dan Suhendra selaku owner Ladang Edukasi.

Laptop tersebut akan digunakan untuk mendukung administrasi Klinik Halal, penyimpanan data tenant, penyusunan dan pemeriksaan dokumen pendukung sertifikasi, kegiatan edukasi, serta pendampingan proses sertifikasi halal secara digital.

Penyediaan perangkat teknologi tersebut merupakan bagian dari desain program yang sejak awal menempatkan laptop sebagai salah satu sarana kerja Klinik Halal UMKM.

Secara kelembagaan, pembentukan Klinik Halal menjadi salah satu target utama program PKM, yakni tersedianya unit konsultasi dan pendampingan yang didukung perangkat operasional untuk membantu proses edukasi, verifikasi awal bahan baku, serta pendampingan sertifikasi halal.

Suhendra menyambut baik pelaksanaan program PKM POLMED dan keberadaan Klinik Halal sebagai bagian dari penguatan tenant UMKM di Ladang Edukasi.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha memperoleh informasi dan pendampingan ketika mempersiapkan proses sertifikasi halal.

Program PKM POLMED tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong penerapan pemahaman halal dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Penerapan tersebut mencakup pemilihan bahan baku, penelusuran pemasok, proses produksi, dokumentasi usaha, penyusunan SJPH, hingga persiapan administrasi sertifikasi.

Hal tersebut relevan dengan karakter Ladang Edukasi sebagai kawasan yang memadukan aktivitas wisata edukasi, kewirausahaan, bazar produk lokal, kuliner, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

Tenant di kawasan tersebut menjalankan berbagai jenis usaha, terutama makanan, minuman, oleh-oleh, kerajinan, serta produk kreatif.

Dengan terlaksananya program tersebut, kolaborasi POLMED dan Ladang Edukasi diharapkan dapat berkembang dari kegiatan edukasi menjadi sistem pendampingan halal yang berkelanjutan.

Standing banner Klinik Halal menjadi identitas layanan, sedangkan laptop menjadi sarana operasional untuk mendukung administrasi dan pendampingan tenant.

Kehadiran Klinik Halal diharapkan semakin memudahkan tenant UMKM Ladang Edukasi berkonsultasi, memeriksa kesiapan produk dan dokumen, serta memperoleh pendampingan menuju proses sertifikasi halal.

Pada akhirnya, penguatan ekosistem halal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendukung daya saing produk UMKM lokal.

Program tersebut juga mendapat dukungan dari Direktur Politeknik Negeri Medan, Dr. Ir. Idham Kamil, S.T., M.T.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen POLMED dalam memperkuat kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekosistem halal.

Menurut Idham Kamil, kegiatan edukasi dan pendampingan halal penting untuk terus dikembangkan karena perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga perlu menghadirkan solusi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Kehadiran Klinik Halal UMKM di Ladang Edukasi diharapkan menjadi salah satu bentuk keberlanjutan program sehingga tenant UMKM memiliki akses terhadap edukasi, konsultasi, dan pendampingan dalam mempersiapkan sertifikasi halal.

Program tersebut sekaligus mendorong dosen dan mahasiswa POLMED untuk mengimplementasikan kompetensi akademik melalui kegiatan pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga