1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Ekonomi

Bulog Sumut Terima 4.434 Ton Beras dari Jatim, Perkuat Cadangan Pangan hingga Akhir 2026

Oleh ,

Aktivitas bongkar muat beras dalam karung yang menjadi bagian dari upaya memperkuat stok dan cadangan pangan pemerintah.

GIMIC.ID, MEDAN — Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menerima tambahan pasokan 4.434 ton beras dari Jawa Timur (Jatim) untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto mengatakan tambahan stok tersebut akan digunakan untuk mendukung sejumlah program pemerintah, terutama bantuan pangan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.

“Penambahan stok tersebut untuk memenuhi program bantuan pangan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar,” ujar Budi di Medan, Senin.

Menurut Budi, program bantuan pangan direncanakan kembali dilaksanakan untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026 dengan sasaran sekitar 1,73 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Sumatera Utara.

Dengan jumlah penerima tersebut, kebutuhan beras untuk program bantuan pangan diperkirakan mencapai sekitar 52.000 ton. Karena itu, tambahan pasokan dari Jatim menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan stok beras di gudang Bulog Sumut.

Budi menjelaskan, tambahan pasokan dari Jawa Timur akan membantu memenuhi kebutuhan stok yang diperlukan untuk pelaksanaan berbagai program pangan pemerintah.

“Sehingga kekurangan stok di gudang ditambah dengan adanya pasokan dari Jatim. Ke depan akan menyusul dari Jakarta sebanyak 6.500 ton,” katanya.

Selain tambahan pasokan tersebut, Bulog Sumut saat ini juga menjaga ketersediaan stok beras di gudang sebanyak 41.235 ton.

Stok tersebut digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan alokasi Juli hingga September 2026, sekaligus memenuhi kebutuhan program SPHP yang disalurkan melalui pasar.

Ketersediaan stok tersebut terus dijaga untuk memastikan distribusi beras kepada masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Budi menambahkan, masuknya tambahan pasokan dari berbagai daerah turut memperkuat cadangan pangan pemerintah di Sumatera Utara.

Dengan dukungan stok yang tersedia dan rencana tambahan pasokan berikutnya, Bulog Sumut menilai ketersediaan beras di wilayah tersebut mencukupi untuk mendukung kebutuhan masyarakat hingga penghujung tahun.

“Untuk itu, kami meyakini stok beras di Sumut dalam kondisi aman, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan,” ujarnya.

Selain menjaga ketersediaan, Bulog Sumut juga memastikan penyaluran beras SPHP kepada masyarakat tetap mengacu pada ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Harga beras SPHP di Sumatera Utara dipastikan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp13.100 per kilogram.

Penambahan pasokan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan beras di Sumatera Utara, mendukung pelaksanaan program bantuan pangan, serta menjaga kelancaran distribusi beras SPHP kepada masyarakat.

Baca Juga