KAI Divre I Sumut Bangun 12 Pos Jaga Perlintasan, 33 Insiden Tercatat hingga September
Petugas KAI Divre I Sumatera Utara melakukan peninjauan di sekitar jalur rel sebagai bagian dari upaya memperkuat keselamatan dan pengamanan perlintasan sebidang di wilayah Sumatera Utara.
GIMIC.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkuat keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan dengan membangun 12 pos jaga perlintasan sebidang di sejumlah titik rawan di wilayah Sumatera Utara.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan, pembangunan pos jaga tersebut merupakan bagian dari program prioritas KAI untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
“Sebanyak 12 pos jaga perlintasan yang saat ini dibangun merupakan bagian dari program prioritas pembangunan 190 pos jaga perlintasan secara nasional untuk semakin meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang,” ujar Anwar.
Sebanyak 12 pos jaga tersebut tersebar di lima wilayah, yakni dua lokasi di Kota Medan, tiga lokasi di Kota Binjai, tiga lokasi di Kota Tebing Tinggi, satu lokasi di Kota Pematangsiantar, dan tiga lokasi di Kabupaten Deli Serdang.
Menurut Anwar, penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi teknis perlintasan, karakteristik lalu lintas, serta tingkat aktivitas masyarakat dan kendaraan.
Salah satu titik prioritas berada di Jalan Raya Pelabuhan, kawasan Pelabuhan Belawan, Kota Medan. Lokasi tersebut merupakan jalan nasional yang ramai dilalui kendaraan berat dan truk angkutan barang menuju kawasan Pelabuhan Belawan.
“Keberadaan pos jaga di Jalan Raya Pelabuhan sangat penting karena berada di jalur utama angkutan logistik menuju Pelabuhan Belawan. Dengan adanya petugas jaga, pengamanan perjalanan kereta api maupun kendaraan yang melintas dapat diperkuat,” katanya.
Selain membangun infrastruktur, KAI juga menyiapkan personel untuk mengoperasikan pos-pos tersebut. Melalui anak perusahaan KAI, KAI Properti, telah direkrut 48 calon petugas penjaga perlintasan melalui proses rekrutmen terbuka.
Para calon petugas saat ini mengikuti pembekalan yang mencakup materi dasar perkeretaapian, tugas dan tanggung jawab, serta prosedur operasional standar (SOP) penjagaan perlintasan.
Setelah pembekalan, mereka akan mengikuti pengujian untuk memperoleh sertifikasi resmi sebagai Penjaga Jalur Lintasan (PJL).
“Nantinya masing-masing pos akan diisi oleh empat orang petugas, sehingga pos penjaga perlintasan tersebut bisa beroperasi 24 jam,” jelas Anwar.
Penguatan keselamatan tersebut dilakukan di tengah masih tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Data KAI Divre I Sumut mencatat, sepanjang Januari hingga September 2026 telah terjadi 33 insiden di perlintasan sebidang yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan.
Jumlah tersebut sudah mendekati total insiden sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 39 kejadian.
Di wilayah Sumatera Utara sendiri terdapat 636 titik perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, 151 titik telah dijaga, baik oleh KAI, pemerintah daerah, pihak swasta maupun swadaya masyarakat. Sementara 485 perlintasan lainnya masih belum terjaga.
Untuk memperkuat pengamanan di titik-titik rawan yang belum terjaga, KAI Divre I Sumut juga menempatkan 180 petugas penjaga ekstra di 101 perlintasan sebidang yang masih aktif digunakan masyarakat.
“Data tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan perlintasan membutuhkan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan. Pembangunan pos jaga, penyiapan personel tersertifikasi, serta penempatan petugas ekstra adalah langkah nyata KAI di titik-titik rawan,” tegas Anwar.
Program pembangunan pos jaga tersebut merupakan bagian dari program nasional KAI 2026 untuk meningkatkan keselamatan di 190 titik perlintasan, yang mencakup penataan kawasan, penambahan rambu, serta penyediaan berbagai fasilitas penunjang keselamatan.
KAI menilai pembangunan infrastruktur dan penempatan petugas perlu diiringi dengan kedisiplinan masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang.
“Upaya membangun fasilitas dan menyiapkan petugas harus berjalan beriringan dengan kedisiplinan pengguna jalan. Ketika seluruh pihak menjalankan perannya, keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat dapat semakin terjaga,” tutup Anwar.
Melalui penguatan infrastruktur, penambahan personel, serta edukasi keselamatan kepada masyarakat, KAI Divre I Sumut terus mendorong terciptanya perlintasan sebidang yang lebih aman bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).