PW IPNU Sumut Soroti Ketidakhadiran Kadisdik di Workshop Sekolah 5 Hari
Poster kegiatan Workshop Strategi Pendidikan Pelajar NU di Era Digital yang digelar PW IPNU Sumatera Utara dengan tema “Sekolah 5 Hari: Tantangan atau Peluang?” di Hotel Slecta Medan, Sabtu (19/9/2026).
GIMIC.ID, MEDAN — Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Sumatera Utara menggelar workshop bertajuk “Sekolah 5 Hari: Tantangan atau Peluang?” di Hotel Slecta Medan, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut membahas rencana penerapan sistem sekolah lima hari dalam sepekan yang menjadi salah satu kebijakan pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Namun, forum tersebut tidak dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara maupun perwakilan dari Dinas Pendidikan Sumut.
Ketua PW IPNU Sumut mengatakan, pihaknya sebelumnya telah melayangkan undangan secara resmi kepada Kepala Dinas Pendidikan Sumut untuk hadir sebagai narasumber utama dalam workshop tersebut.
Menurutnya, kehadiran pihak Dinas Pendidikan dinilai penting agar para pelajar dan peserta workshop memperoleh penjelasan langsung mengenai arah, teknis, serta kesiapan penerapan sekolah lima hari.
“Kami sangat menyayangkan. Forum ini justru kami buat untuk membantu menyosialisasikan program Gubernur Sumatera Utara agar tidak ada misinformasi di kalangan pelajar. Ketika Kadisdik tidak hadir, tentu muncul pertanyaan di kalangan pelajar, apakah dinas sendiri sudah siap dengan program ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, workshop tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk membahas pro dan kontra kebijakan, tetapi juga menjadi ruang diskusi untuk mengkaji penerapan sekolah lima hari secara akademik dan objektif.
Sejumlah aspek menjadi perhatian peserta, antara lain penguatan karakter pelajar, kegiatan keagamaan, aktivitas ekstrakurikuler, hingga kesiapan pelajar Nahdlatul Ulama menghadapi perubahan pola kegiatan belajar di era digital.
Beberapa peserta yang merupakan pelajar SMA sederajat juga menyampaikan kekecewaan karena belum memperoleh penjelasan langsung mengenai sejumlah persoalan teknis yang mereka hadapi jika kebijakan sekolah lima hari diterapkan.
Di antaranya menyangkut keberlangsungan kegiatan ekstrakurikuler, aktivitas madrasah diniyah pada sore hari, serta pengaturan beban belajar siswa.
PW IPNU Sumut menilai, berbagai pertanyaan tersebut membutuhkan penjelasan resmi dari pihak yang memiliki kewenangan di bidang pendidikan agar tidak berkembang menjadi informasi yang simpang siur di kalangan pelajar maupun masyarakat.
Hingga workshop berlangsung, pihak PW IPNU Sumut menyebut belum menerima penjelasan mengenai alasan ketidakhadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara maupun perwakilannya dalam kegiatan tersebut.
PW IPNU Sumut berharap Dinas Pendidikan Sumut dapat membuka ruang dialog lanjutan dengan pelajar, organisasi kepemudaan dan pelajar, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Dialog tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai konsep dan teknis penerapan sekolah lima hari, sekaligus menampung masukan dari pelajar sehingga kebijakan tersebut dapat dipahami secara utuh dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2).