1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Ekonomi

Bank Sumut dan PISPI Jajaki Kolaborasi Perkuat Ekosistem Ketahanan Pangan Sumatera Utara

Oleh ,

Jajaran Bank Sumut bersama Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) berfoto bersama usai audiensi dalam rangka menjajaki peluang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ketahanan pangan dan pengembangan sektor pertanian di Sumatera Utara.

GIMIC.ID, MEDAN — PT Bank Sumut terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan sektor produktif dan perekonomian daerah. Salah satunya melalui penjajakan kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) untuk membangun ekosistem ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Ketua PISPI Muhammad Fadly Abdina, yang juga merupakan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, bersama jajaran PISPI dengan Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah.

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan antara Bank Sumut dan PISPI, terutama dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha pertanian.

Sejumlah potensi kerja sama yang dibahas antara lain digitalisasi dan pendataan keanggotaan PISPI, penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA), hingga pengembangan akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

PISPI juga menyampaikan pengalaman dalam melakukan pendampingan terhadap petani melalui kegiatan penyuluhan, penguatan usaha tani, rekomendasi kebutuhan sarana produksi, hingga mitigasi risiko melalui kolaborasi dengan pihak asuransi.

Heru Mardiansyah menegaskan, Bank Sumut terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian Sumatera Utara.

“Bank Sumut melihat sektor pertanian sebagai salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, sinergi dengan PISPI diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian, terutama dalam pendampingan dan perluasan akses pembiayaan bagi petani,” ujar Heru.

Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian tidak cukup hanya melalui pembiayaan. Diperlukan ekosistem yang terintegrasi mulai dari produksi, ketersediaan sarana produksi, pendampingan, pengolahan hasil, pengembangan usaha hingga akses pasar.

“Kami ingin pembiayaan yang diberikan tidak berhenti pada akses modal, tetapi dapat terhubung dengan kebutuhan produksi, pendampingan, pengolahan dan pemasaran. Dengan ekosistem yang terintegrasi, nilai tambah sektor pertanian dapat semakin besar dan manfaatnya dirasakan langsung oleh pelaku usaha maupun masyarakat,” katanya.

Sinergi Bank Sumut dan PISPI diarahkan untuk mendukung penguatan rantai nilai ketahanan pangan Sumatera Utara dari sektor hulu hingga hilir.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghubungkan berbagai aspek dalam ekosistem pertanian, mulai dari produksi, pendampingan petani, pemenuhan sarana produksi, pembiayaan, pengolahan hasil pertanian, pengembangan usaha hingga perluasan pasar.

Dengan pendekatan tersebut, petani tidak hanya mendapatkan akses terhadap pembiayaan, tetapi juga memperoleh dukungan yang lebih komprehensif untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha.

Sementara itu, PISPI memiliki pengalaman dalam pendampingan petani melalui penyuluhan dan penguatan usaha tani. Pengalaman tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat disinergikan dengan kapasitas Bank Sumut dalam menyediakan layanan dan pembiayaan sektor produktif.

Kolaborasi antara kedua pihak juga diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pendataan dan pengelolaan anggota PISPI. Digitalisasi tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari upaya membangun basis data yang lebih baik sekaligus mendukung kemudahan akses terhadap berbagai layanan.

Heru menambahkan, penguatan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, perbankan, organisasi profesi, pelaku usaha maupun masyarakat.

“Ketahanan pangan merupakan agenda bersama. Bank Sumut ingin mengambil bagian melalui peran sebagai mitra pembiayaan dan penggerak ekonomi daerah, sementara kolaborasi dengan PISPI dapat memperkuat sisi pendampingan dan pengembangan usaha tani,” ungkapnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui ekosistem pertanian yang semakin terintegrasi, sinergi Bank Sumut dan PISPI diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi petani dan pelaku usaha, sekaligus mendorong sektor pertanian Sumatera Utara menjadi semakin produktif, berdaya saing dan berkelanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga