1. Beranda
  2. Infrastruktur
  3. Transportasi

KAI Perbaiki Geometri Rel di Perlintasan Pagar Jati Lubuk Pakam, Pengendara Diminta Waspada

Oleh ,

Petugas KAI Divre I Sumatera Utara melakukan pekerjaan perbaikan geometri jalan rel di perlintasan Pagar Jati, Jalan Pasar Melintang, Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada malam hari.

GIMIC.ID, DELISERDANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) melakukan perbaikan geometri jalan rel di perlintasan Pagar Jati, Jalan Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.

Perlintasan tersebut berada di kilometer 31+065 pada petak jalan antara Stasiun Lubuk Pakam dan Stasiun Perbaungan. Perbaikan dilakukan sebagai bagian dari upaya KAI memperkuat keandalan prasarana perkeretaapian sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan pemeliharaan prasarana perkeretaapian dilakukan secara berkala dan bertahap untuk memastikan kondisi jalur rel tetap aman serta optimal ketika dilalui perjalanan kereta api.

"Proses perbaikan geometri memerlukan waktu yang cukup panjang karena ada tahapan-tahapan yang harus dikerjakan, mulai dari pembongkaran aspal, proses pekerjaan perbaikan geometri, menstabilkan, hingga akhirnya diaspal kembali. Selama proses berlangsung, KAI Divre I Sumatera Utara meminta maaf dikarenakan proses pekerjaan tersebut membuat lalu lintas di lokasi sedikit tersendat," ujar Anwar.

Pekerjaan di perlintasan Pagar Jati telah dimulai sejak Rabu (2/9/2026) pada area sepanjang sekitar 42 meter.

Tahap awal berupa pembongkaran aspal direncanakan berlangsung hingga Minggu (6/9/2026) malam. Selanjutnya, pekerjaan pengangkatan dan pelurusan geometri jalan rel dijadwalkan dilakukan pada Senin (7/9/2026) dini hari.

Setelah proses pengangkatan dan pelurusan selesai, KAI akan melakukan penstabilan jalan rel sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan kembali. Tahapan pengaspalan dijadwalkan sekitar satu minggu setelah pekerjaan utama, dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Secara keseluruhan, mulai dari pembongkaran aspal hingga pengaspalan ulang dan proses stabilisasi selesai, pekerjaan diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu agar jalur dapat kembali stabil dan dilalui kereta api secara optimal.

Perbaikan fisik jalan rel tersebut menjadi bagian dari langkah KAI Divre I Sumut dalam memperkuat aspek keselamatan di perlintasan sebidang.

Selain memperbaiki kondisi prasarana, KAI sebelumnya juga telah meningkatkan pengamanan melalui penugasan petugas penjaga perlintasan ekstra.

Sejak 1 September 2026, KAI Divre I Sumut menugaskan sebanyak 180 petugas penjaga perlintasan ekstra di 101 titik yang dinilai membutuhkan perhatian khusus.

Penguatan kondisi prasarana yang dibarengi dengan kesiapsiagaan personel di lapangan diharapkan dapat meminimalkan potensi risiko kecelakaan maupun insiden di perlintasan sebidang.

Seiring berlangsungnya pekerjaan, KAI mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan Pagar Jati, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Anwar mengatakan, aktivitas pekerjaan dapat menyebabkan adanya tumpukan material maupun lalu lalang pekerja di sekitar lokasi. Kondisi tersebut berpotensi membuat arus lalu lintas sedikit tersendat sehingga pengendara diminta mengurangi kecepatan dan berhati-hati.

"Masyarakat pengguna jalan diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, karena di beberapa titik akan terdapat tumpukan material dan lalu lalang pekerja, sehingga dibutuhkan kehati-hatian para pengendara untuk menjaga keselamatan bersama, baik kereta api, pengguna jalan, maupun para pekerja," kata Anwar.

KAI juga kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi ketentuan keselamatan ketika akan melintasi perlintasan sebidang.

Pengguna jalan diminta berhenti sejenak sebelum melintasi rel, memperhatikan rambu-rambu keselamatan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu keselamatan, berhenti sejenak sebelum melintas, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan lewat. Perbaikan geometri ini adalah bentuk komitmen KAI Divre I Sumatera Utara dari sisi prasarana, namun keselamatan yang hakiki di perlintasan sebidang hanya dapat terwujud jika pengguna jalan juga disiplin dan mengutamakan perjalanan kereta api," pungkas Anwar.

KAI Divre I Sumut berharap dukungan dan kesadaran seluruh pengguna jalan selama proses pekerjaan berlangsung. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran lalu lintas serta keselamatan bersama.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga