Pelindo Multi Terminal Dorong Kepedulian Lingkungan Warga di Sekitar Pelabuhan Malahayati
Sejumlah perwakilan Pelindo Multi Terminal bersama masyarakat meninjau dan mencicipi produk UMKM dalam rangkaian Lomba Hias Lingkungan di wilayah sekitar Pelabuhan Malahayati, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.
GIMIC.ID, ACEH BESAR – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dalam pengelolaan terminal nonpetikemas, terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Malahayati melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program tersebut diwujudkan melalui Lomba Hias Lingkungan yang melibatkan masyarakat di sejumlah kampung di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Malahayati, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.
Empat kampung yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut yakni Jruek Bak Kreh, Mon Alue, Lambunot, dan Lingom. Masing-masing kampung mendapat dukungan untuk melakukan penataan dan pengembangan lingkungan dengan mengusung tema “Pelestarian Lingkungan dan Pelabuhan.”
Kegiatan ini dimulai pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup. Setelah itu, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan penataan lingkungan sekaligus mengembangkan berbagai potensi yang ada di kampung masing-masing hingga memasuki tahap penjurian pada 15 Agustus 2026.
Proses penilaian tidak hanya melihat aspek keindahan lingkungan. Sejumlah indikator turut menjadi perhatian, di antaranya pengelolaan lingkungan, peningkatan pendidikan, pengembangan UMKM lokal, serta keterlibatan dan kreativitas masyarakat.
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Malahayati, Agust Deritanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar untuk memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan serta menggali potensi yang ada di wilayahnya.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada penataan lingkungan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, menggali potensi, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat terlibat langsung, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan yang terus berjalan,” ujar Agust.
Salah satu hal menarik dalam pelaksanaan lomba tersebut adalah kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan berbagai material bekas dan barang yang sudah tidak terpakai sebagai bagian dari dekorasi lingkungan.
Pemanfaatan material daur ulang tersebut menjadi bentuk edukasi sederhana kepada masyarakat mengenai pentingnya mengurangi sampah sekaligus memberikan nilai guna baru terhadap barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.
Selain menghasilkan lingkungan yang lebih tertata, kegiatan tersebut juga mendorong warga untuk mengembangkan kreativitas secara bersama-sama.
Untuk memastikan proses penjurian berjalan objektif, Pelindo Multi Terminal melibatkan berbagai unsur dalam proses penilaian, termasuk akademisi dan Rumah Kelola Sampah (RKS), komunitas binaan Pelindo Multi Terminal yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.
Tidak hanya mengangkat isu lingkungan, kegiatan tersebut juga membawa pesan mengenai integritas dan antikorupsi sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Berdasarkan hasil penjurian, Kampung Mon Alue ditetapkan sebagai pemenang Lomba Hias Lingkungan dan berhak memperoleh bantuan pembinaan dari Pelindo Multi Terminal.
Bantuan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, penyediaan sarana dan perlengkapan pendidikan, hingga kegiatan kebersihan serta penataan lingkungan.
Warga Kampung Mon Alue, Maimun, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba tidak hanya mendorong warga menjaga kebersihan, tetapi juga meningkatkan kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat.
“Kegiatan ini membuat masyarakat semakin kompak untuk membersihkan dan menata lingkungan. Kami juga belajar memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bantuan pembinaan ini nantinya akan kami gunakan untuk mendukung UMKM, pendidikan, dan lingkungan di kampung kami,” ujar Maimun.
Pelindo Multi Terminal menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan program TJSL yang memberikan manfaat jangka panjang.
Kegiatan Lomba Hias Lingkungan di sekitar Pelabuhan Malahayati menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus membangun hubungan positif dengan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, kreatif, produktif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Kontribusi perusahaan tidak hanya diarahkan pada pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga melalui peran nyata dalam memberikan manfaat sosial dan lingkungan.
Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Pelindo Multi Terminal berharap berbagai inisiatif yang telah dibangun dapat terus berkembang dan menjadi gerakan yang tumbuh dari masyarakat.
Dengan demikian, penataan lingkungan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi dapat menjadi kebiasaan dan budaya bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dengan komunitas di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Malahayati.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)