KAI Perkuat Peran Stasiun Belawan sebagai Gerbang Logistik Strategis Sumatera Utara
Tim KAI Divre I Sumatera Utara bersama sejumlah pihak terkait melakukan kunjungan dan peninjauan di Stasiun Belawan, Medan, Senin (31/8/2026).
GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai salah satu simpul logistik strategis yang terintegrasi dengan kawasan pelabuhan di Sumatera Utara.
Komitmen tersebut mengemuka saat KAI Divre I Sumut mendampingi kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) ke Stasiun Belawan, Senin (31/8/2026).
Kunjungan yang dipimpin Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko Infra, Hermin Esti Setyowati, tersebut dilakukan untuk meninjau potensi sekaligus kesiapan sarana dan prasarana perkeretaapian dalam mendukung sistem logistik daerah.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Stasiun Belawan memiliki posisi strategis karena terhubung langsung dengan aktivitas kepelabuhanan serta menjadi salah satu bagian penting dalam rantai distribusi barang di Sumatera Utara.
“Stasiun Belawan memiliki posisi strategis dalam mendukung pergerakan logistik. Keberadaan layanan angkutan barang melalui kereta api menjadi bagian penting dari konektivitas distribusi komoditas dan petikemas di Sumatera Utara,” ujar Anwar di Medan, Senin.
Anwar menjelaskan, berdasarkan data KAI Divre I Sumut hingga Agustus 2026, aktivitas angkutan barang yang melintasi Stasiun Belawan menunjukkan peran yang cukup signifikan dalam mendukung distribusi komoditas perkebunan menuju pelabuhan.
Tercatat volume bongkaran mencapai 27.460 ton crude palm oil (CPO) dan 537 ton lateks yang berasal dari berbagai pabrik perkebunan untuk selanjutnya diarahkan menuju kawasan pelabuhan.
Selain komoditas perkebunan, Stasiun Belawan juga melayani angkutan peti kemas. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 18.636 TEUs (twenty-foot equivalent unit) peti kemas dilayani melalui stasiun tersebut.
Jumlah tersebut terdiri atas 12.773 TEUs angkutan muat dan 5.863 TEUs angkutan bongkar.
Menariknya, volume muat peti kemas mengalami pertumbuhan signifikan. Dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 6.974 TEUs, volume muat hingga Agustus 2026 meningkat sekitar 83 persen.
“Distribusi peti kemas yang diangkut dari Stasiun Belawan menyuplai simpul-simpul ekonomi daerah, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, turut menjaga kelancaran rantai pasok dan stabilitas harga kebutuhan masyarakat di Sumatera Utara,” ungkap Anwar.
Menurut Anwar, penguatan konektivitas antara perkeretaapian dan kawasan pelabuhan menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien.
Angkutan barang menggunakan kereta api memiliki peran dalam mendukung mobilitas komoditas dalam jumlah besar sekaligus memperkuat keterhubungan antara sentra produksi, kawasan industri, pusat distribusi dan pelabuhan.
Karena itu, keberadaan Stasiun Belawan dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem logistik Sumatera Utara.
KAI pun menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk mengoptimalkan infrastruktur serta layanan perkeretaapian di kawasan tersebut.
Selain fungsi logistik, Stasiun Belawan juga memiliki nilai historis dalam pelayanan angkutan penumpang. Stasiun ini pernah menjadi bagian dari konektivitas transportasi masyarakat dari kawasan Belawan menuju pusat Kota Medan, termasuk untuk mendukung perpaduan moda transportasi dengan aktivitas pelabuhan.
Layanan kereta api penumpang terakhir yang beroperasi di lintas tersebut adalah KA Srilelawangsa relasi Medan–Belawan, sebelum operasionalnya dihentikan pada 2010 karena menurunnya jumlah peminat.
Seiring perkembangan kawasan dan kebutuhan konektivitas masyarakat, KAI membuka ruang untuk melakukan peninjauan serta kajian lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan mengenai potensi pengembangan maupun reaktivasi layanan angkutan penumpang pada masa mendatang.
“Pengembangan layanan perkeretaapian tentu membutuhkan kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, pola perjalanan, kesiapan prasarana, serta aspek operasional,” jelas Anwar.
Anwar menegaskan KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis yang dilakukan bersama pemerintah maupun pihak terkait untuk mengoptimalkan potensi konektivitas di kawasan Belawan.
Menurutnya, pengembangan Stasiun Belawan tidak hanya diarahkan untuk memperkuat layanan logistik, tetapi juga berpotensi mendukung konektivitas angkutan penumpang apabila berdasarkan hasil kajian dinilai memenuhi aspek kebutuhan, kelayakan dan kesiapan operasional.
“KAI siap mendukung koordinasi dan kajian teknis untuk mengoptimalkan potensi konektivitas serta memperkuat peran Stasiun Belawan sebagai pusat integrasi logistik maupun angkutan penumpang di Sumatera Utara,” pungkas Anwar.
Penguatan peran Stasiun Belawan diharapkan semakin memperkokoh konektivitas antara jaringan kereta api, kawasan industri, sentra produksi dan pelabuhan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong sistem logistik Sumatera Utara yang semakin efisien, terintegrasi dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)