1. Beranda
  2. Logistic
  3. Pendidikan
  4. Teknologi

Mahasiswa UPER Rancang Alat Bantu Quality Control untuk Hadapi Variasi Ukuran Produk Tekstil

Oleh ,

Mahasiswa dan tim Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER) melakukan proses quality control dan pengecekan seragam sebelum dikemas dan didistribusikan dalam program PF SESAMA.

GIMIC.ID, MEDAN — Pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi di Indonesia turut meningkatkan kebutuhan terhadap proses quality control yang efektif dan efisien. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER) untuk menghadirkan inovasi sederhana yang dapat membantu memastikan kesesuaian ukuran produk dengan standar yang ditetapkan.

Mahasiswa Teknik Logistik UPER, Muhammad Fajar Ikhlas dan Daven Trihasanaki Dersa, mengembangkan alat bantu pengukuran seragam yang dirancang untuk mempercepat proses pemeriksaan kualitas, khususnya dalam menghadapi produk dengan ukuran dan spesifikasi yang beragam.

Alat tersebut membantu proses identifikasi kesesuaian ukuran sekaligus mengetahui deviasi produk terhadap standar. Penggunaannya dilakukan dengan membentangkan seragam pada alat ukur sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan secara lebih praktis dan konsisten.

Pengembangan alat ini berangkat dari pengalaman Fajar dan Daven ketika terlibat dalam program PF SESAMA. Dalam program tersebut, tim Teknik Logistik UPER menangani proses quality control, pengemasan, hingga pengiriman ribuan paket bantuan seragam dan perlengkapan sekolah.

“Ide ini muncul ketika kami terlibat dalam program PF SESAMA. Jumlah seragam yang harus diperiksa cukup banyak dengan ukuran dan spesifikasi yang beragam, sehingga proses pengukuran harus dilakukan berulang. Dari situ, kami mencoba membuat alat sederhana yang dapat membantu pengecekan menjadi lebih cepat dan tetap sesuai standar,” ujar Fajar.

Dalam program PF SESAMA, Teknik Logistik UPER menangani quality control, pengemasan, hingga pengiriman sebanyak 6.888 paket bantuan seragam dan perlengkapan sekolah bagi siswa jenjang SD dan SMP atau sederajat ke berbagai daerah di Indonesia.

Distribusi bantuan juga menjangkau wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Kondisi geografis dan aksesibilitas yang beragam membuat ketepatan pengelolaan logistik menjadi salah satu faktor penting agar bantuan dapat diterima sesuai kebutuhan dan standar yang telah ditentukan.

Di tengah proses tersebut, pemeriksaan ukuran seragam menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan ketelitian. Variasi ukuran dan spesifikasi membuat proses pengukuran harus dilakukan berulang kali.

Alat yang dikembangkan Fajar dan Daven kemudian dimanfaatkan dalam proses quality control. Tidak hanya digunakan oleh tim UPER, alat tersebut juga diberikan kepada vendor untuk membantu mendeteksi potensi ketidaksesuaian ukuran sebelum produk dikirim ke UPER.

Penggunaan alat ukur yang sama antara tim dan vendor juga memberikan acuan pengukuran yang lebih seragam. Dengan demikian, proses pemeriksaan di setiap tahapan dapat mengacu pada standar yang sama.

“Kami mencoba membuat tools yang tidak hanya mempercepat pengukuran, tetapi juga memberikan acuan yang sama bagi setiap orang yang melakukan pengecekan. Dengan begitu, penentuan kesesuaian ukuran tidak hanya bergantung pada cara masing-masing pemeriksa,” kata Daven.

Dosen Teknik Logistik UPER sekaligus pembimbing pengembangan alat, Adji Candra Kurniawan, Iwan Sukarno, dan Yelita Anggiane Iskandar, bersama laboran Nanda Ruswandi, menilai alat tersebut dapat membantu menyederhanakan pemeriksaan seragam dalam jumlah besar dengan spesifikasi yang beragam.

“Alat ini membantu mempercepat proses pengukuran. Seragam cukup dibentangkan untuk mengetahui kesesuaian ukuran dan melihat sejauh mana deviasinya dari standar. Kami juga memberikannya kepada vendor agar potensi kesalahan dapat diminimalkan sejak awal,” ujar Yelita.

Inovasi tersebut menunjukkan bagaimana persoalan yang muncul dalam kegiatan operasional dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus mendorong mahasiswa menghasilkan solusi yang aplikatif.

Bagi mahasiswa Teknik Logistik UPER, pengalaman terlibat langsung dalam proses pengelolaan rantai pasok memberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas pada persoalan nyata.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa Teknik Logistik UPER. Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Logistik saat ini tidak hanya berbicara tentang bagaimana barang berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi bagaimana rantai pasok dikelola secara efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Karena itu, mahasiswa Teknik Logistik UPER kami bekali dengan pembelajaran yang dekat dengan persoalan nyata, mulai dari rantai pasok global, logistik energi berkelanjutan, hingga logistik maritim,” ujar Prof. Ichsan.

Ia menambahkan, pengalaman seperti keterlibatan dalam program dan pengembangan solusi praktis menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan keilmuan yang dimiliki.

“Pengalaman seperti ini penting agar mereka mampu menggunakan keilmuannya untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi industri dan masyarakat,” katanya.

Pengembangan alat bantu pengukuran seragam tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa inovasi dalam bidang logistik tidak selalu harus berupa teknologi kompleks. Solusi sederhana yang dirancang berdasarkan kebutuhan di lapangan dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi proses, konsistensi pemeriksaan, serta upaya menjaga kualitas produk sebelum sampai kepada penerima.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga