Harga Ayam Tembus Rp50 Ribu, Pemko Medan Sidak Pasar Petisah dan Sei Sikambing
Dirut PUD Pasar Medan Anggia Ramadhan (kanan) bersama jajaran Pemko Medan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di pasar untuk memantau harga dan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok, Kamis (27/8/2026).
GIMIC.ID, MEDAN — Keluhan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok langsung mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Atas instruksi Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Pemko Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar untuk mengecek langsung perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan, khususnya ayam yang mengalami kenaikan.
Sidak dilakukan di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, Kamis (27/8/2026). Selain ayam, petugas juga memantau sejumlah komoditas pangan lain yang dikeluhkan masyarakat mengalami kenaikan, seperti cabai dan bawang.
Sidak dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah, didampingi Kepala Dinas UKM Koperindag Hendra Ridho Siregar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ahmad Untung Lubis, serta Direktur Utama PUD Pasar Medan Anggia Ramadhan.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga ayam saat ini berada di kisaran Rp50 ribu per ekor. Kenaikan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan ayam yang masuk ke pasar.
Kondisi tersebut turut dirasakan para pedagang. Maryuni, salah seorang pedagang, berharap harga ayam dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani masyarakat.
Ia berharap harga ayam dapat kembali berada di kisaran Rp35 ribu. Menurutnya, kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah kembali berjalan dan kebutuhan masyarakat mengalami peningkatan.
Selain ayam, kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas bumbu dapur yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan Pemko Medan, harga cabai rawit berada di kisaran Rp65 ribu per kilogram, sedangkan di kawasan Petisah sekitar Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai merah berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, harga bawang putih berada di sekitar Rp34 ribu per kilogram, tomat Rp18 ribu per kilogram, dan bawang merah sekitar Rp36 ribu per kilogram.
Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut menjadi perhatian Pemko Medan karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat. Terlebih, bahan pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat setiap hari.
Asisten Ekbang Setda Kota Medan Citra Effendi Capah mengatakan Pemko Medan akan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok di pasar.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah berkoordinasi langsung dengan para pemasok. Pemerintah ingin mengetahui kondisi pasokan sekaligus menelusuri penyebab berkurangnya komoditas tertentu di pasar.
“Langkah-langkahnya akan kami jumpai pemasoknya,” ujar Citra.
Menurutnya, penelusuran rantai pasok diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai faktor penyebab kenaikan harga, mulai dari tingkat pemasok hingga pedagang.
Pemko Medan juga menyiapkan intervensi terhadap sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, khususnya cabai. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Sementara untuk komoditas ayam, Pemko Medan akan berkoordinasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mencari solusi atas kenaikan harga yang terjadi di pasar.
Selain itu, pemerintah daerah akan memperkuat pengendalian harga melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah. Kedua program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami akan menggelar GPM dan Pasar Murah. Kita pastikan barang komoditas tersebut ada di pasar,” kata Citra.
Citra menegaskan, sidak pasar dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap setelah munculnya keluhan masyarakat terkait kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Sidak ini sesuai arahan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Masyarakat banyak yang mengeluh harga. Jadi kita ingin mengetahui secara langsung,” ujarnya.
Pemko Medan memastikan pemantauan harga tidak berhenti pada pengecekan di pasar. Pemerintah akan menelusuri kondisi rantai pasok secara lebih menyeluruh, termasuk berkoordinasi dengan pemasok dan pihak terkait untuk mengetahui faktor yang memicu kenaikan harga.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga di tingkat konsumen. Dengan pasokan yang terjaga serta intervensi yang tepat, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Medan diharapkan kembali stabil.
Pemko Medan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keterjangkauan bahan pangan serta melindungi daya beli masyarakat.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)