Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten
Jajaran Pemko Medan dan peserta berfoto bersama usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
GIMIC.ID, MEDAN – Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah agar semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan Citra Effendi Capah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) di lingkungan Pemko Medan.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Rabu (12/8/2026), dan diikuti Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Asmui Rasyid Marpaung, narasumber, serta perwakilan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Dalam sambutan Wali Kota Medan yang dibacakannya, Citra menyampaikan apresiasi kepada Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan atas penyelenggaraan FGD tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada para narasumber dan pimpinan perangkat daerah yang turut berpartisipasi dalam upaya memperkuat implementasi ASB.
Citra menegaskan, komitmen Pemko Medan dalam memperkuat penerapan ASB bukan sekadar wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret dan berkesinambungan.
“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi antar-perangkat daerah, peningkatan kapasitas aparatur, penyempurnaan dokumen ASB secara berkelanjutan, serta pengawasan yang transparan dan akuntabel agar implementasi ASB berjalan secara konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Citra.
Lebih lanjut, Citra menekankan bahwa ASB tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administratif atau formalitas dalam proses perencanaan dan penganggaran.
Menurutnya, ASB merupakan instrumen strategis yang dapat membantu pemerintah daerah memastikan setiap alokasi anggaran disusun berdasarkan kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas.
“ASB membantu kita memastikan bahwa alokasi anggaran didasarkan pada kebutuhan yang rasional, beban kerja yang terukur, serta target kinerja yang jelas. Penerapan ASB yang tepat akan mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada hasil,” jelasnya.
Penerapan ASB secara konsisten juga diharapkan dapat mendorong perangkat daerah menyusun anggaran secara lebih terukur dan proporsional. Dengan demikian, penggunaan anggaran dapat semakin selaras dengan program prioritas serta target pembangunan yang telah ditetapkan Pemko Medan.
Citra mengakui, dalam penerapan ASB masih terdapat sejumlah tantangan teknis dan praktis di lapangan. Di antaranya perbedaan pemahaman antarperangkat daerah serta kebutuhan untuk mengintegrasikan dan menyempurnakan data yang menjadi dasar penyusunan ASB.
Karena itu, FGD dinilai menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi perangkat daerah.
Melalui forum tersebut, para peserta didorong untuk berdiskusi secara terbuka, berbagi pengalaman, mengidentifikasi akar permasalahan, serta merumuskan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan secara bersama-sama.
“FGD ini hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan komunikasi antar-pemangku kepentingan, serta menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk diterapkan dalam perencanaan dan penganggaran di setiap perangkat daerah,” harap Citra.
Ia juga berharap para narasumber dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta, khususnya terkait perkembangan regulasi dan praktik penerapan ASB.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah akademisi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Quality Medan, Dr. Ir. Immanuel Panusunan Tua Panggabean.
Citra berharap materi yang disampaikan dapat membantu meningkatkan kapasitas aparatur sekaligus menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah mengenai penerapan ASB.
“Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum berbagi informasi, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah nyata yang dapat ditindaklanjuti bersama dalam mengoptimalkan penerapan Analisis Standar Belanja demi mewujudkan tata kelola Pemko Medan yang semakin baik,” pungkasnya.
Pemko Medan selanjutnya mendorong seluruh perangkat daerah untuk menjadikan hasil FGD sebagai bahan evaluasi dan perbaikan dalam proses perencanaan serta penganggaran. Penerapan ASB secara konsisten diharapkan mampu memperkuat kualitas belanja daerah sekaligus memastikan setiap anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemko Medan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, terukur, transparan, dan berorientasi pada hasil pembangunan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)