1. Beranda
  2. Infrastruktur
  3. Pemerintahan
  4. Pendidikan

Erri Rahman Apresiasi Bobby Nasution Berkantor di Nias: Kepemimpinan Out of the Box

Oleh ,

Founder Rubis.id, Gimic.id dan Medansport.id, Erri Rahman, mengenakan pakaian adat khas Nias saat berada di kawasan permukiman adat Nias. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya serta warisan tradisi masyarakat Nias.

GIMIC.ID, NIAS – Keputusan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution berkantor di Kepulauan Nias dinilai sebagai langkah kepemimpinan out of the box yang patut diapresiasi. Kehadiran orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tersebut dinilai tidak sekadar menjalankan aktivitas pemerintahan dari daerah, tetapi juga dibarengi dengan komitmen mendorong percepatan pembangunan di Kepulauan Nias.

Founder Rubis.id, Gimic.id dan Medansport.id, Erri Rahman, menilai keputusan Gubsu berkantor di Nias menunjukkan keseriusan Pemprov Sumut dalam melihat secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

Menurut Erri, berdasarkan data yang dihimpunnya, terdapat anggaran pembangunan yang disiapkan untuk berbagai program di Kepulauan Nias dengan nilai mencapai sekitar Rp500 miliar.

“Gubsu tidak hanya berkantor di Nias, tetapi juga membawa dan menyiapkan program pembangunan. Berdasarkan data yang kami himpun, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp500 miliar. Ini sebuah terobosan yang patut diapresiasi,” kata Erri Rahman.

Erri menyebut salah satu program konkret yang menjadi perhatian adalah penanganan infrastruktur jalan di Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara.

Berdasarkan data yang dihimpunnya, penanganan jalan di wilayah tersebut mencapai sekitar 12 kilometer, lebih panjang dibandingkan pengajuan awal yang berada di angka 7 kilometer.

Menurut Erri, perhatian terhadap infrastruktur merupakan hal penting karena konektivitas menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kepulauan Nias.

“Artinya, kehadiran Gubsu di Nias tidak berhenti pada simbolik. Ada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari infrastruktur, pendidikan hingga pembangunan fasilitas sekolah,” ujarnya.

Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga disebut menjadi bagian dari perhatian Pemprov Sumut di Kepulauan Nias.

Erri menyoroti kebijakan pendidikan gratis bagi jenjang SMA/SMK yang dinilainya dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anak usia sekolah.

Di bidang sarana dan prasarana pendidikan, perhatian juga diarahkan pada pembangunan gedung permanen SMP Negeri 4 Sitolu Ori serta rencana pembangunan SD Negeri Lasara di Nias Utara.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan yang layak menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kepulauan Nias.

Perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, lanjut Erri, juga mencakup sektor keagamaan dan rumah ibadah.

Ia mengapresiasi perhatian Gubsu terhadap renovasi masjid yang sebelumnya disebut sempat mengalami penundaan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, dukungan anggaran renovasi yang sebelumnya sekitar Rp100 juta kemudian ditingkatkan menjadi sekitar Rp250 juta.

“Informasi yang kami terima, anggaran renovasi masjid yang sebelumnya sekitar Rp100 juta kemudian ditingkatkan menjadi Rp250 juta. Ini juga bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Hal lain yang dinilai positif oleh Erri adalah keterlibatan anggota DPRD Sumatera Utara dalam agenda Gubsu di Kepulauan Nias.

Menurutnya, kehadiran unsur legislatif bersama eksekutif menjadi bagian penting dari sinergi antarlembaga dalam mengawal program pembangunan.

DPRD Sumut memiliki fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan. Karena itu, keterlibatan anggota DPRD dalam melihat langsung kondisi di lapangan dinilai dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Ini juga harus diapresiasi karena merupakan bagian dari sinergi setiap lembaga. DPRD memiliki fungsi budgeting dan controlling. Ketika eksekutif dan legislatif turun bersama melihat langsung kondisi daerah, tentu akan lebih mudah membangun komunikasi dan menentukan prioritas pembangunan,” jelas Erri.

Erri menilai keputusan berkantor di daerah sekaligus membawa agenda pembangunan merupakan pendekatan pemerintahan yang berbeda dari pola kerja konvensional.

Menurutnya, kepala daerah dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan masyarakat ketika berada langsung di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan.

“Berkantor di daerah, melihat langsung persoalan masyarakat, membawa program dan anggaran, sekaligus melibatkan DPRD untuk melihat kondisi di lapangan. Menurut saya, ini adalah model kepemimpinan yang out of the box dan patut diapresiasi,” pungkas Erri Rahman.

Ia berharap pola tersebut dapat terus dikembangkan, bukan hanya di Kepulauan Nias, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Sumatera Utara yang membutuhkan perhatian dan percepatan pembangunan.

Dengan kehadiran langsung pemerintah di daerah, program pembangunan diharapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta dikawal secara bersama agar memberikan manfaat yang lebih luas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga