1. Beranda
  2. Kesehatan

AIMI Aceh dan Puskesmas Batoh Perkuat Peran Tenaga Kesehatan Dukung Keberhasilan Menyusui

Oleh ,

Peserta mengikuti sesi edukasi dan diskusi dalam kegiatan penguatan kapasitas kesehatan. Pemateri menyampaikan materi di hadapan peserta dengan dukungan presentasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta.

GIMIC.ID, BANDA ACEH — Keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh ibu, tetapi juga membutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan, keluarga, kader Posyandu, tempat kerja, hingga lingkungan sekitar. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan pun menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif sekaligus mendukung pencegahan stunting sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Semangat tersebut menjadi fokus peringatan Pekan Menyusui Dunia (PMD) 2026 yang diselenggarakan UPTD Puskesmas Batoh bekerja sama dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Aceh serta didukung Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung Jumat, 7 Agustus 2026, di UPTD Puskesmas Batoh tersebut diikuti sekitar 30 bidan Puskesmas Batoh dan kader Posyandu. Para peserta merupakan garda terdepan yang berperan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga di masyarakat.

Peringatan Pekan Menyusui Dunia tahun ini menjadi momentum untuk memperluas berbagai intervensi yang telah terbukti dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. ASI dinilai sebagai salah satu investasi kesehatan yang relatif hemat biaya, namun memberikan dampak besar terhadap kesehatan ibu dan bayi serta kualitas generasi mendatang.

Kepala UPTD Puskesmas Batoh, dr. Qurrata Aini, MKM, mengatakan momentum Pekan Menyusui Dunia penting untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader agar mampu memberikan pendampingan laktasi secara lebih optimal.

Menurutnya, keberadaan tenaga kesehatan dan kader yang memiliki pemahaman memadai mengenai menyusui sangat dibutuhkan untuk membantu ibu menghadapi berbagai tantangan selama masa kehamilan hingga menyusui.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Nuraihan, MKM, menegaskan bahwa puskesmas memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan laktasi kepada ibu sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama dalam mewujudkan generasi Kota Banda Aceh yang sehat sekaligus mendukung pencegahan stunting.

Dalam sesi edukasi, dr. Putri Kartika Listya, Sp.KKLP, dari AIMI Daerah Aceh menjelaskan bahwa menyusui tidak sekadar memberikan makanan kepada bayi, tetapi juga merupakan investasi kesehatan bagi ibu dan anak.

Selain memenuhi kebutuhan gizi bayi, ASI berperan dalam mendukung daya tahan tubuh serta tumbuh kembang anak. Manfaat menyusui juga dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi bayi maupun ibu.

Namun, keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada kemampuan ibu. Dukungan ayah, keluarga, tenaga kesehatan, kader, tempat kerja, dan lingkungan sekitar turut menentukan keberhasilan proses tersebut.

“Menyusui bukan hanya tanggung jawab seorang ibu. Keberhasilannya ditentukan oleh dukungan keluarga, tenaga kesehatan, kader, tempat kerja, hingga lingkungan sekitar. Ketika semua pihak hadir memberikan dukungan sejak masa kehamilan sampai ibu menyusui, maka peluang keberhasilan ASI eksklusif akan jauh lebih besar,” ujar dr. Putri.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan sejak masa kehamilan, proses persalinan melalui Inisiasi Menyusu Dini (IMD), hingga masa nifas.

Mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dukungan layanan laktasi perlu diberikan melalui serangkaian kontak sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Pendampingan tersebut diharapkan membantu ibu menyusui dengan lebih percaya diri sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa awal laktasi.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diperkenalkan dengan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui yang dapat diterapkan sebagai bagian dari penguatan dukungan menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan.

Sejumlah langkah yang dibahas antara lain memberikan konseling kepada ibu hamil, melaksanakan IMD, mengajarkan teknik menyusui yang benar, tidak memberikan makanan atau minuman pralaktal kepada bayi baru lahir, menerapkan rawat gabung antara ibu dan bayi, serta memastikan adanya pendampingan setelah ibu meninggalkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemahaman terhadap langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan bidan dan kader dalam memberikan informasi serta pendampingan yang tepat kepada ibu dan keluarga.

Seminar berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai berbagai tantangan yang ditemui bidan dan kader Posyandu ketika mendampingi ibu menyusui di masyarakat. Peserta juga mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman serta membahas solusi yang dapat diterapkan sesuai kondisi di lapangan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Senam Pijat Oksitosin, yakni teknik relaksasi yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan ibu menyusui sekaligus mendukung kelancaran pengeluaran ASI.

Melalui kegiatan Pekan Menyusui Dunia 2026, UPTD Puskesmas Batoh bersama AIMI Daerah Aceh berharap tenaga kesehatan dan kader Posyandu semakin siap menjalankan perannya sebagai pendamping laktasi di tengah masyarakat.

Penguatan dukungan sejak masa kehamilan hingga periode menyusui diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan ASI eksklusif sehingga semakin banyak bayi memperoleh haknya untuk mendapatkan ASI secara optimal.

Kolaborasi antara fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang untuk mewujudkan generasi Kota Banda Aceh yang lebih sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga