1. Beranda
  2. Kesehatan
  3. Sosial

Pulihkan Layanan Kesehatan Pascasiklon Senyar, LKC Dompet Dhuafa Aceh Dampingi Desa Pangkalan hingga Akhir 2026

Oleh ,

Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh bersama perwakilan Puskesmas, pemerintah desa, bidan desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga berfoto bersama usai sosialisasi Program Recovery Kebencanaan 2026 di Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (25/7/2026).

GIMIC.ID, ACEH TAMIANG – Dampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu akses dan keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat. Kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lanjut usia (lansia), hingga penyandang penyakit tidak menular (PTM) menjadi pihak yang paling membutuhkan perhatian selama masa pemulihan.

Sebagai upaya mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat pascabencana, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Aceh meluncurkan Program Recovery Kebencanaan melalui kegiatan sosialisasi di Desa Pangkalan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 27 peserta yang terdiri dari unsur Puskesmas, pemerintah desa, bidan desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Sosialisasi ini menjadi langkah awal pendampingan yang akan berlangsung hingga Desember 2026.

LKC Dompet Dhuafa Aceh merupakan lembaga layanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui Program Recovery Kebencanaan, lembaga ini berupaya mengembalikan fungsi layanan kesehatan dasar sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih tangguh menghadapi risiko kesehatan dan bencana di masa mendatang.

Program Recovery Kebencanaan mencakup tiga komponen utama, yakni Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Pos Sehat Penyakit Tidak Menular (PTM), serta Rehabilitasi Pondok Bersalin Desa (Polindes).

Pada Pos Sehat KIA, pendampingan difokuskan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita melalui kelas ibu, pemantauan status gizi, kunjungan rumah (home visit), hingga pelatihan kader kesehatan.

Sementara Pos Sehat PTM akan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit seperti diabetes melitus, hipertensi, dan kanker payudara melalui skrining kesehatan, Posbindu, penyuluhan, senam sehat, edukasi gizi, serta pendampingan masyarakat.

Adapun rehabilitasi Polindes akan ditentukan berdasarkan hasil asesmen bersama pemerintah desa dan Puskesmas agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh, Reza Angreini, menjelaskan seluruh rangkaian program diawali dengan asesmen menyeluruh untuk memastikan intervensi yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

"Pendampingan diawali dengan asesmen kondisi desa dan identifikasi masalah kesehatan. Selanjutnya kami bersama pemerintah desa, Puskesmas, bidan desa, kader kesehatan, dan masyarakat akan menyusun prioritas, melaksanakan program, serta melakukan monitoring dan evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Selama sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tujuan program, mekanisme pendampingan, serta peran masing-masing pihak dalam mendukung keberhasilan program.

Forum tersebut juga menghasilkan komitmen bersama antara LKC Dompet Dhuafa Aceh, Puskesmas, pemerintah desa, bidan desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui kerja sama yang berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat melaksanakan berbagai kegiatan secara kolaboratif, mulai dari pelatihan kader kesehatan, skrining kesehatan masyarakat, kunjungan rumah, hingga asesmen kebutuhan dan pemetaan potensi desa.

Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana aksi sehingga seluruh kegiatan dapat dijalankan sesuai kebutuhan, potensi, serta sumber daya yang dimiliki masyarakat setempat.

Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, menegaskan bahwa fasilitator yang ditempatkan di desa berperan sebagai penggerak kolaborasi, bukan pelaksana utama seluruh program.

"Di desa ini kami hanya mengamanahkan satu orang fasilitator. Tugasnya bukan bekerja sendiri atau menggantikan peran yang sudah ada, melainkan melekat bersama masyarakat, menghubungkan Puskesmas, pemerintah desa, bidan desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat agar bergotong royong menyelesaikan persoalan kesehatan. Recovery yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila seluruh potensi desa bergerak bersama, sementara fasilitator hadir untuk memperkuat kolaborasi tersebut," jelas Arfan.

Program Recovery Kebencanaan ini didukung oleh dana zakat yang dikelola Dompet Dhuafa sebagai bentuk pemanfaatan amanah umat dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan yang partisipatif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan yang berlangsung hingga akhir 2026, LKC Dompet Dhuafa Aceh berharap Desa Pangkalan tidak hanya mampu pulih dari dampak Siklon Tropis Senyar, tetapi juga memiliki sistem layanan kesehatan yang lebih kuat, kader kesehatan yang semakin berdaya, serta kolaborasi yang solid antara masyarakat, pemerintah desa, dan Puskesmas dalam menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan ketangguhan menghadapi bencana di masa depan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga