1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Perbankan

Bank Sumut Luncurkan KUR PMI, Gandeng Tiga LPK-SO Perluas Akses Pembiayaan Calon Pekerja Migran Indonesia

Oleh ,

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut, Sandhy Sofian (kiri), menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyaluran Kredit Usaha Rakyat Penempatan Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) bersama mitra Lembaga Pelatihan Kerja–Sending Organization (LPK-SO) di Kantor Pusat PT Bank Sumut, Medan, Rabu (22/7/2026).

GIMIC.ID, MEDAN – PT Bank Sumut (Perseroda) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan perlindungan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama tiga Lembaga Pelatihan Kerja–Sending Organization (LPK-SO) di Sumatera Utara, Rabu (22/7/2026), di Gedung Kantor Pusat PT Bank Sumut.

Program KUR PMI ini dihadirkan sebagai solusi pembiayaan bagi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri melalui jalur resmi, sehingga calon pekerja migran dapat mempersiapkan keberangkatan tanpa terkendala biaya.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional PT Bank Sumut, Sandhy Sofian, mengatakan peluncuran KUR PMI merupakan bentuk nyata dukungan Bank Sumut terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses pembiayaan yang mudah, aman, dan terjangkau.

"Kesempatan bekerja di luar negeri menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup. Namun, tidak sedikit calon pekerja migran yang terkendala biaya pada masa persiapan keberangkatan. Melalui KUR PMI, Bank Sumut hadir memberikan solusi pembiayaan yang terjangkau sehingga masyarakat dapat berangkat dengan lebih tenang dan terlindungi," ujar Sandhy.

Ia menjelaskan, pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui devisa yang dihasilkan setiap tahun. Karena itu, dukungan pembiayaan yang legal dan terjangkau menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan mereka sejak tahap persiapan keberangkatan.

KUR PMI Bank Sumut dapat dimanfaatkan untuk membiayai berbagai kebutuhan selama masa pra-penempatan, mulai dari biaya pelatihan, sertifikasi kompetensi, pemeriksaan kesehatan, pengurusan dokumen, hingga biaya keberangkatan.

Produk pembiayaan ini menawarkan berbagai kemudahan, antara lain suku bunga 6 persen efektif per tahun, tanpa biaya administrasi dan provisi, tanpa agunan tambahan, dengan plafon pembiayaan hingga Rp100 juta. Selain itu, tersedia fasilitas grace period selama maksimal tiga bulan sehingga pekerja migran memiliki waktu untuk beradaptasi sebelum mulai membayar angsuran.

Menurut Sandhy, kehadiran KUR PMI juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah melalui peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja migran dan bertambahnya remitansi yang dikirim ke kampung halaman.

"Program ini bukan sekadar pembiayaan. Kami ingin menciptakan ekosistem yang memberikan kemudahan bagi calon pekerja migran Indonesia, mulai dari akses pembiayaan, proses pelatihan, hingga keberangkatan. Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah sumber daya manusia Sumatera Utara yang kompetitif dan mampu bersaing di pasar kerja internasional," katanya.

Untuk menyukseskan program tersebut, Bank Sumut terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), serta Lembaga Pelatihan Kerja–Sending Organization (LPK-SO).

Pada tahap awal implementasi, Bank Sumut memperoleh kuota penyaluran KUR PMI sebesar Rp15 miliar, yang diproyeksikan mampu menjangkau sekitar 2.500 calon pekerja migran dan peserta magang asal Sumatera Utara yang akan bekerja di berbagai negara tujuan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan ekosistem pekerja migran, Bank Sumut juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan tiga LPK-SO, yaitu PT Aoki Mori Indonesia, Yayasan LPK Koufuku Daruma Indonesia, dan PT Gapindo Gemilang Prestasi Indonesia. Ketiga lembaga tersebut akan menjadi mitra strategis dalam mempersiapkan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan daya saing global.

Melalui peluncuran KUR PMI, Bank Sumut kembali menegaskan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya menyediakan layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan inklusi keuangan, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berharap KUR PMI dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Sumatera Utara untuk meraih peluang kerja global sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi keluarga, daerah, dan bangsa. Inilah komitmen Bank Sumut untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan membangun Sumatera Utara," tutup Sandhy.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)
.

Baca Juga