Eko Afrianta Sitepu Soroti Antrean Panjang BBM di Medan, Minta Pertamina Benahi Tata Kelola Distribusi
Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Hanura-PKB Eko Afrianta Sitepu (kanan) berfoto bersama Wali Kota Medan (kiri) usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Medan. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat Kota Medan. (Istimewa)
GIMIC.ID, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Hanura-PKB, Eko Afrianta Sitepu, menyoroti dampak luas antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan BBM, tetapi juga telah menimbulkan dampak psikologis, sosial, hingga ekonomi bagi masyarakat.
Eko menilai masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat kondisi tersebut. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam mengantre, bahkan hingga larut malam, hanya untuk memperoleh BBM yang merupakan kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
"Yang paling memprihatinkan adalah kondisi psikologis masyarakat Medan yang terus disusahkan. Mereka harus mengantre hingga malam, kehilangan waktu bersama keluarga, kelelahan, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi maupun pekerjaan ikut terganggu. Ini tentu tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa," ujar Eko, Rabu (15/7).
Menurutnya, antrean panjang di SPBU juga berdampak pada kemacetan di berbagai ruas jalan Kota Medan. Tidak hanya pengguna kendaraan yang mengisi BBM, masyarakat lain pun ikut terdampak karena harus menghadapi kepadatan lalu lintas yang menyebabkan waktu tempuh bertambah dan produktivitas menurun.
Ia mengatakan kondisi tersebut diduga dipicu oleh persoalan tata kelola distribusi BBM yang belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, Eko meminta PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"Kalau memang penyebabnya adalah salah kelola distribusi, maka itu harus segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya manajemen distribusi. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan alasan, tetapi solusi yang cepat dan nyata," tegasnya.
Selain meminta evaluasi dari Pertamina, Eko juga mendorong Pemerintah Kota Medan untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan distribusi BBM kembali normal.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, aparat keamanan, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan agar penyaluran BBM dapat berjalan lancar serta mampu mengantisipasi dampak lanjutan terhadap aktivitas masyarakat maupun perekonomian daerah.
"Jangan biarkan warga terus menanggung kerugian. Distribusi BBM harus segera dipulihkan agar antrean hilang, kemacetan berkurang, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal," pungkasnya.
Eko berharap langkah-langkah percepatan yang telah dilakukan Pertamina dapat segera membuahkan hasil sehingga pasokan BBM di seluruh SPBU kembali stabil dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)