1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Keuangan

OJK dan BKKBN Perkuat Literasi Keuangan Keluarga di Kampung Keluarga Berkualitas

Oleh ,

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Deli Serdang, Sri Mahyuni, serta para peserta berfoto bersama usai kegiatan Literasi di Kampung Keluarga Berkualitas di Kabupaten Deli Serdang.

GIMIC.ID, DELISERDANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan literasi keuangan keluarga melalui kegiatan Literasi di Kampung Keluarga Berkualitas yang digelar di Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 sekaligus menyemarakkan Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara bijak, terencana, dan aman di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara, Yusri, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara Mahyuzar, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Deli Serdang Sri Mahyuni, beserta jajaran pemangku kepentingan, penyuluh keluarga berencana, dan pengelola program pembangunan keluarga se-Kabupaten Deli Serdang.

Dalam sambutannya, Yusri menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat karena hampir seluruh keputusan keuangan penting berawal dari lingkungan rumah tangga.

"Banyak keputusan keuangan penting justru dimulai dari rumah tangga, mulai dari mengatur pengeluaran, menabung, berutang secara bijak, memilih produk keuangan, hingga memastikan keluarga terhindar dari penipuan dan aktivitas keuangan ilegal. Oleh sebab itu, literasi keuangan keluarga menjadi sangat penting. Keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik semakin mampu menyusun prioritas, mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan masa depan, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak dan terencana," ujar Yusri.

Yusri menjelaskan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, tingkat inklusi keuangan ditetapkan sebagai salah satu indikator menuju Indonesia Emas 2045 dengan target mencapai 98 persen.

Sementara itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menargetkan tingkat literasi keuangan sebesar 69,35 persen dan inklusi keuangan mencapai 93 persen pada tahun 2029.

Namun, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 80,51 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan baru berada pada angka 66,46 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan dengan pemahaman dalam menggunakannya secara tepat dan aman.

Menurut OJK, kesenjangan tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena masyarakat yang telah memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi belum memiliki pemahaman yang memadai, lebih rentan menjadi korban investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi online, penyalahgunaan data pribadi, maupun berbagai bentuk kejahatan keuangan lainnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar, mengatakan bahwa peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momentum untuk terus memperkuat pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas.

Menurutnya, keluarga yang tangguh tidak hanya dibangun melalui aspek kependudukan dan pembangunan keluarga, tetapi juga melalui kemampuan mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.

Mahyuzar menilai Kampung Keluarga Berkualitas memiliki peran strategis sebagai wadah integrasi berbagai program pembangunan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Melalui kolaborasi bersama OJK, edukasi keuangan diharapkan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Kelompok Kerja Kampung Keluarga Berkualitas, Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), hingga Forum Generasi Berencana (GenRe).

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pentingnya menyusun perencanaan keuangan, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, bahaya judi online, penggunaan pinjaman online secara bijak, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan diawasi oleh OJK.

Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah, pentingnya budaya menabung, serta pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah untuk mendukung perencanaan keuangan keluarga.

OJK Provinsi Sumatera Utara bersama Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi edukasi keuangan berbasis keluarga melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak keluarga Indonesia yang memiliki kecakapan finansial, mandiri secara ekonomi, serta tangguh menghadapi berbagai risiko keuangan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pencapaian target literasi dan inklusi keuangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga