1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Energi

PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF, Perkuat Ketahanan Energi Nasional dan Kurangi Impor Gas

Oleh ,

Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman (tengah) didampingi jajaran direksi PGN, Direktur Utama Arief K. Risdianto (kanan) serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi Hery Murahmanta (kiri), meninjau SPG Pagardewa, Jumat (3/7/2026). 

GIMIC.ID, MUARA ENIM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperkuat perannya sebagai Subholding Gas Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya gas domestik. Salah satu langkah strategis yang kini dikembangkan adalah pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di wilayah Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang memiliki potensi mencapai 9,7 triliun kaki kubik (TCF) Original Gas in Place (OGIP).

Potensi tersebut dinilai mampu menjadi sumber pasokan gas non-konvensional baru yang akan memperkuat bauran energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, sekaligus mendukung kebutuhan industri dan pembangkit listrik di Indonesia.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, cadangan CBM di Tanjung Enim diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar US$15,4 miliar, sehingga menjadi salah satu proyek strategis dalam pengembangan energi nasional.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan, perusahaan telah menyiapkan skema teknis maupun komersial untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas tersebut dengan target penyaluran yang akan meningkat secara bertahap.

"PGN telah menyiapkan pengembangan infrastruktur sehingga penyaluran gas dapat dimulai dari sekitar 1 MMSCFD dan secara bertahap ditingkatkan hingga mencapai 25 MMSCFD," ujar Arief.

Komitmen percepatan proyek tersebut mendapat perhatian dari Kantor Staf Presiden (KSP). Pada Jumat (3/7/2026), Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa, Kabupaten Muara Enim.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma'ruf Zainudin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Yulius, Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Jonidi, serta jajaran pemangku kepentingan lainnya.

Kunjungan itu bertujuan memastikan proyek strategis nasional di sektor energi berjalan sesuai target, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan produksi energi domestik serta pengurangan ketergantungan terhadap impor.

Dalam kesempatan tersebut, Dudung menegaskan bahwa percepatan pengembangan CBM menjadi salah satu prioritas karena memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.

Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah proses administrasi yang harus diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak sepakat mendorong percepatan proyek sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengembangkan CBM, PGN juga menggarap potensi energi alternatif lain berupa biomethane yang berasal dari limbah kelapa sawit serta Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sumatera Selatan.

Arief menjelaskan, PGN tengah membangun injection point sebagai titik pengumpulan gas dari berbagai sumber sebelum disalurkan ke jaringan pipa transmisi nasional.

"Dari coalbed methane, biomethane maupun sumber gas lainnya akan dikumpulkan di injection point, kemudian dialirkan ke jaringan pipa transmisi yang telah tersedia sehingga pemanfaatannya menjadi lebih optimal," jelasnya.

Menurutnya, integrasi infrastruktur berbasis pipa dan non-pipa menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas distribusi gas domestik sekaligus memperluas akses energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

PGN juga berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kantor Staf Presiden, dapat mempercepat koordinasi lintas sektor sehingga berbagai kendala pengembangan infrastruktur dapat segera diselesaikan.

"PGN berkomitmen menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional," tutup Arief.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga