Mahasiswa Universitas Pertamina Ciptakan Teknologi AR-BIM 5D untuk Pangkas Biaya dan Waktu Proyek, Juara Nasional CNE 2026
Dok.: Mahasiswa Teknik Sipil UPER, yaitu Tim Crystal menerima penghargaan atas juara pertama dalam lomba Estimasi Biaya Proyek pada Civil National Expo 2026
GIMIC.ID, JAKARTA – Inovasi di bidang teknologi konstruksi kembali lahir dari kalangan mahasiswa. Tim Crystal dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina (UPER) berhasil mengembangkan metode pelaksanaan konstruksi berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan Building Information Modeling (BIM) 5D, sebuah teknologi yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi pembangunan sekaligus menekan potensi kesalahan di lapangan.
Berkat inovasi tersebut, Tim Crystal yang beranggotakan Dimas Agim Jamiat, Fikri Andika Ramadani, dan Fasha Al Ihsan sukses meraih Juara I Civil National Expo (CNE) 2026, mengungguli 78 tim peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi jawaban atas tantangan industri konstruksi nasional yang hingga kini masih dihadapkan pada tingginya angka pekerjaan ulang (rework), perubahan desain, hingga lemahnya koordinasi antarpekerja yang berakibat pada membengkaknya biaya dan waktu penyelesaian proyek.
Berdasarkan data sektor konstruksi, pembangunan rumah tinggal masih menjadi proyek yang paling banyak dikerjakan di Indonesia. Di DKI Jakarta saja, pembangunan rumah tinggal mendominasi hampir 76 persen dari seluruh aktivitas konstruksi.
Melihat kondisi tersebut, Tim Crystal menghadirkan solusi melalui integrasi teknologi BIM 5D dengan Augmented Reality.
BIM 5D memungkinkan seluruh informasi proyek, mulai dari desain bangunan, kebutuhan material, jadwal pelaksanaan, hingga estimasi biaya, tersaji dalam satu model digital. Data tersebut kemudian divisualisasikan menggunakan teknologi AR sehingga pekerja dapat melihat rancangan bangunan secara langsung di lokasi proyek sebelum proses konstruksi dimulai.
"Teknologi ini membantu memastikan pekerjaan di lapangan tetap sesuai dengan desain sejak awal sehingga risiko kesalahan dan pekerjaan ulang dapat ditekan," ujar Dimas Agim Jamiat.
Inovasi tersebut diuji melalui simulasi pembangunan rumah tinggal tiga lantai. Dengan bantuan visualisasi AR, pekerja dapat melihat secara presisi posisi jalur pipa, dinding, hingga elemen struktur sebelum proses pengecoran dilakukan.
Pendekatan tersebut memungkinkan setiap pekerjaan tervalidasi lebih awal sehingga potensi kesalahan konstruksi dapat diminimalkan. Dampaknya, proyek menjadi lebih efisien baik dari sisi biaya maupun waktu pelaksanaan.
"Untuk optimalisasi pembangunan tersebut, kami menggunakan perangkat lunak Revit dan Navisworks kemudian melakukan sentralisasi data dalam satu perangkat lunak BIM. Proses integrasi penentuan volume pekerjaan, penyusunan jadwal, dan estimasi biaya dilakukan secara lebih efisien dan terkoordinasi," jelas Dimas.
Berdasarkan hasil simulasi pada proyek pembangunan rumah tiga lantai senilai Rp5 miliar, metode yang dikembangkan Tim Crystal diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi biaya sekitar 11 persen atau setara Rp588 juta, sekaligus memangkas waktu penyelesaian proyek hingga 41 hari dibandingkan metode konvensional.
Dosen Teknik Sipil Universitas Pertamina sekaligus pembimbing Tim Crystal, Dr. Vani Arliani, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari penerapan metode Project-Based Learning (PBL) yang diterapkan di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga didorong menghasilkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi dunia industri.
"Kami memfasilitasi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mengembangkan solusi yang dapat menjawab kebutuhan industri. Melalui pendekatan berbasis proyek, mahasiswa didorong untuk mengeksplorasi teknologi konstruksi terkini sehingga mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif, efisien, dan relevan dengan perkembangan dunia konstruksi," ujar Dr. Vani.
Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs.) Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa Universitas Pertamina terus memperkuat pembelajaran berbasis teknologi agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi transformasi digital di berbagai sektor industri.
"Transformasi digital telah mengubah berbagai sektor, termasuk industri konstruksi. Karena itu, kami terus mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat dan dunia industri," katanya.
Prestasi Tim Crystal di Civil National Expo 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa Indonesia untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)