1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Logistic

PMT Perkuat Budaya Keselamatan Kerja Lewat Safety Stand Down di Terminal Kuala Tanjung

Oleh ,

Suasana pelaksanaan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Senin (29/6/2026).

GIMIC.ID, BATU BARA – PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya keselamatan kerja melalui kegiatan Safety Stand Down yang digelar di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, mitra kerja, dan pengguna jasa terhadap pentingnya kepatuhan pada prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pelaksanaan Safety Stand Down dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas bongkar muat di Terminal Kuala Tanjung. Tingginya mobilitas alat berat, kendaraan operasional, serta pekerja di kawasan terminal membuat penguatan budaya keselamatan menjadi prioritas utama guna menjaga kelancaran operasional sekaligus melindungi seluruh insan pelabuhan.

Dalam kegiatan tersebut, PMT kembali mengingatkan seluruh personel mengenai panduan keselamatan di sekitar kendaraan operasional, khususnya truk kontainer dan truk curah kering yang setiap hari beroperasi di kawasan terminal.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan zona aman, zona bahaya, titik buta (blind spot), hingga penerapan jarak aman saat berada di sekitar kendaraan operasional.

Untuk truk kontainer, pekerja diimbau menjaga jarak aman minimal 15 meter dari seluruh sisi kendaraan. Sedangkan untuk truk curah kering, jarak aman yang direkomendasikan mencapai sedikitnya 20 meter.

Selain itu, pekerja juga diingatkan mengenai bahaya berada di belakang kendaraan akibat keterbatasan pandangan pengemudi, pentingnya melakukan kontak mata dengan sopir sebelum melintas, penggunaan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, hingga pemanfaatan barikade apabila diperlukan selama pekerjaan berlangsung.

PMT juga mengingatkan seluruh pekerja agar selalu mewaspadai berbagai potensi bahaya yang muncul akibat aktivitas bongkar muat, seperti tumpahan material curah, pergerakan alat berat, maupun lalu lintas kendaraan yang padat di area terminal.

Melalui pemahaman terhadap potensi risiko tersebut, perusahaan berharap setiap pekerja mampu mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi insiden kerja.

Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional kepelabuhanan.

"Keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional. Karena itu, kami terus mengingatkan seluruh personel untuk mengenali potensi bahaya dan tidak mengabaikan setiap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan," ujar Wahyudi.

Menurutnya, lingkungan terminal memiliki karakteristik berbeda dengan kawasan industri pada umumnya. Aktivitas bongkar muat berlangsung secara dinamis dengan pergerakan alat berat, kendaraan logistik, serta pekerja yang berlangsung hampir tanpa henti sehingga membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Ia menambahkan, Safety Stand Down tidak hanya menjadi forum penyampaian materi keselamatan, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kepedulian antarpekerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman.

"Setiap insiden pada dasarnya dapat dicegah apabila seluruh pihak disiplin menjalankan prosedur dan saling mengingatkan. Kami ingin membangun budaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas unit K3 atau pengawas lapangan," katanya.

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, PMT secara rutin melaksanakan berbagai program penguatan budaya keselamatan, mulai dari inspeksi lapangan, identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko pekerjaan, standardisasi peralatan operasional, hingga peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi K3.

Perusahaan juga terus mendorong penerapan budaya safety first di setiap tahapan operasional. Melalui pendekatan tersebut, setiap pekerja didorong untuk berani menghentikan pekerjaan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya serta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti.

Sebagai operator terminal peti kemas dan multipurpose di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, PT Prima Multi Terminal menilai budaya keselamatan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan.

Selain mendukung kelancaran operasional, penerapan standar keselamatan secara konsisten juga berperan meningkatkan kepercayaan pengguna jasa sekaligus mendukung terciptanya rantai logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, perusahaan berharap kesadaran terhadap keselamatan kerja semakin melekat dalam setiap aktivitas operasional sehingga target nihil kecelakaan kerja (zero accident) dapat terus dipertahankan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga