1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Pariwisata
  4. Pemerintahan

IWO Pematangsiantar Dorong Kota Jadi Simpul Pariwisata Danau Toba, Kolaborasi Jadi Kunci

Oleh ,

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Pematangsiantar Jon Roi Purba bersama narasumber, akademisi, dan peserta berfoto bersama usai Diskusi Publik bertajuk "Potensi Kota Pematangsiantar sebagai Simpul Pariwisata Danau Toba" yang digelar di Aula FKIP Universitas Simalungun, Sabtu (27/6/2026).

GIMIC.ID, PEMATANGSIANTAR – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Pematangsiantar mendorong pembangunan ekosistem pariwisata yang terintegrasi agar Kota Pematangsiantar mampu berperan sebagai simpul penyangga kawasan strategis pariwisata Danau Toba, bukan sekadar menjadi daerah yang dilintasi wisatawan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk "Potensi Kota Pematangsiantar sebagai Simpul Pariwisata Danau Toba" yang digelar IWO Kota Pematangsiantar di Aula FKIP Universitas Simalungun, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah, DPRD, akademisi, pelaku usaha, komunitas, serta insan pers untuk merumuskan strategi bersama dalam mendorong kemajuan sektor pariwisata daerah.

Ketua IWO Kota Pematangsiantar, Jon Roi Purba, mengatakan diskusi tersebut merupakan langkah awal membangun sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memaksimalkan potensi Kota Pematangsiantar sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Danau Toba.

"Diskusi ini bukan sekadar menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi menjadi momentum membangun kesadaran bersama bahwa Kota Pematangsiantar memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju Danau Toba. Potensi tersebut harus dikelola secara kolaboratif agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Jon.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang lahir dari forum tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan didukung seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, komunitas hingga media massa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar, Hamzah F. Damanik, menilai arah pengembangan pariwisata kota harus difokuskan pada wisata sejarah, budaya, kuliner, serta ekonomi kreatif. Menurutnya, karakter Kota Pematangsiantar berbeda dengan daerah lain di sekitar Danau Toba yang mengandalkan wisata alam.

"Karena kita tidak memiliki destinasi alam seperti daerah sekitar Danau Toba, maka kekuatan kita ada pada sejarah, budaya, kuliner, dan kreativitas masyarakat. Inilah yang harus terus diperkuat," katanya.

Hamzah menyebut sejumlah potensi yang dapat terus dikembangkan antara lain Kebun Binatang Siantar, ruang-ruang publik, pusat kuliner, serta penyelenggaraan berbagai event budaya dan hiburan yang mampu menarik wisatawan untuk singgah lebih lama.

Ia juga menilai Kota Pematangsiantar memiliki sumber daya manusia kreatif yang membutuhkan ruang berekspresi.

"Pematangsiantar adalah gudangnya orang-orang kreatif. Karena itu kita membutuhkan ruang seni dan budaya yang representatif agar kreativitas masyarakat dapat berkembang sekaligus memperkuat identitas kota," ujarnya.

Hamzah turut mendorong keterlibatan generasi muda, mahasiswa, dan komunitas dalam penyelenggaraan festival seni, pertunjukan musik, hingga kegiatan budaya setiap akhir pekan agar suasana kota semakin hidup dan menarik minat wisatawan.

Selain pembangunan destinasi, ia menegaskan pentingnya membangun masyarakat sadar wisata. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, kualitas pelayanan, serta penyebaran informasi positif mengenai Kota Pematangsiantar.

Anggota DPRD Kota Pematangsiantar, Patar L. Panjaitan, mengatakan pembahasan mengenai masa depan kota harus terus dilakukan secara berkesinambungan demi menghasilkan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

"Kita tidak boleh lelah membicarakan hal-hal positif untuk Kota Pematangsiantar yang kita cintai. Semua pihak harus memiliki semangat yang sama untuk memajukan kota ini," ujarnya.

Patar menilai seluruh organisasi perangkat daerah memiliki tanggung jawab mendukung pengembangan sektor pariwisata. Ia juga menyoroti produk legendaris seperti Roti Ganda yang telah lama menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Kota Pematangsiantar.

Menurutnya, posisi strategis Kota Pematangsiantar sebagai jalur utama menuju Danau Toba harus mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia juga mengusulkan penyediaan transportasi wisata yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pelajar agar lebih mengenal berbagai destinasi dan sejarah Kota Pematangsiantar sejak usia dini.

Sementara itu, akademisi Jalatua Hasugian menilai potensi sejarah Kota Pematangsiantar masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai daya tarik wisata.

Menurutnya, keberadaan bangunan bersejarah, museum yang telah berdiri sejak 1939, hingga produk legendaris seperti Badak merupakan aset yang layak dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata kota.

Di akhir diskusi, para peserta menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain pembangunan ruang seni dan budaya, peningkatan infrastruktur pendukung pariwisata, penyediaan transportasi wisata, penguatan promosi digital, pengembangan ikon wisata baru, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Kota Pematangsiantar diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu simpul utama penyangga pariwisata Danau Toba yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga