1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Keuangan

OJK Perkuat Literasi Keuangan Perempuan di Tebing Tinggi untuk Dukung Ketahanan Ekonomi Keluarga

Oleh ,

Narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menyampaikan materi dalam kegiatan Edukasi Keuangan kepada Kaum Perempuan di Aula Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Selasa (23/6/2026).

GIMIC.ID, TEBINGTINGGI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kota Tebing Tinggi terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan perempuan sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan yang digelar di Kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Selasa (23/6/2026), dengan melibatkan anggota PKK, Dharma Wanita, pelaku usaha perempuan, serta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta perlindungan dari berbagai risiko keuangan yang semakin kompleks.

Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Reza Leonhard, yang hadir sebagai narasumber, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan rumah tangga sekaligus menjadi penggerak ekonomi keluarga.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi faktor penting dalam menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dan tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

"Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi sangat penting agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai aktivitas keuangan ilegal yang dapat merugikan," ujar Reza Leonhard.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan berada pada angka 80,51 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa tingkat akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat. Namun, pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan masih perlu diperkuat agar masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara optimal, aman, dan bertanggung jawab.

Dalam survei tersebut, indeks literasi keuangan laki-laki tercatat sebesar 67,32 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan yang mencapai 65,58 persen. Sementara indeks inklusi keuangan antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, masing-masing sebesar 80,73 persen dan 80,28 persen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam memahami berbagai produk keuangan, pengelolaan keuangan keluarga, hingga perencanaan keuangan jangka panjang.

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi, Erwin Suheri Damanik, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan keluarga maupun pembangunan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, dalam banyak rumah tangga perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan keluarga, tetapi juga menjadi pengambil keputusan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari hingga pelaku usaha yang turut menopang perekonomian keluarga.

"Kemampuan memahami dan mengelola keuangan secara bijak merupakan keterampilan yang sangat penting bagi perempuan agar mampu mendukung kesejahteraan keluarga dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga," ujar Erwin.

Dalam kegiatan tersebut, OJK bersama Bank Indonesia memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan sesuai kebutuhan, perlindungan konsumen, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang telah berizin dan diawasi oleh OJK.

Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip 2L (Legal dan Logis) sebelum menggunakan atau berinvestasi pada suatu produk keuangan guna menghindari potensi kerugian akibat investasi bodong maupun aktivitas keuangan ilegal lainnya.

Selain itu, peserta memperoleh edukasi terkait bahaya pinjaman online ilegal, penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, hingga risiko judi online yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan keharmonisan keluarga.

Kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang diinisiasi OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Program ini bertujuan mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara masif, merata, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan finansial secara bijak.

Melalui sinergi antara OJK, Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, diharapkan perempuan dapat semakin berdaya dalam mengelola keuangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, serta menjadi agen perubahan dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Dengan meningkatnya literasi keuangan perempuan, ketahanan ekonomi keluarga diharapkan semakin kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa mendatang secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2) 

Baca Juga