KA Putri Deli Jadi Primadona Transportasi Sumut, Layani 541 Ribu Penumpang dalam Lima Bulan
Penumpang Kereta Api Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai (PP) turun dan naik di stasiun keberangkatan. KA Putri Deli menjadi moda transportasi favorit masyarakat Sumatera Utara dengan tingkat okupansi yang hampir selalu mencapai 100 persen sepanjang Januari–Mei 2026.
GIMIC.ID, MEDAN - Efisiensi, ketepatan waktu, dan tarif yang terjangkau terus menjadikan transportasi kereta api sebagai pilihan utama masyarakat Sumatera Utara. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat Kereta Api (KA) Putri Deli mengalami pertumbuhan jumlah penumpang sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, selama periode Januari hingga Mei 2026, KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai pulang pergi (PP) telah melayani sebanyak 541.106 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat sekitar 2 persen atau bertambah 12.801 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 528.305 pelanggan.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan KA Putri Deli saat ini menjadi layanan kereta api antarkota yang paling diminati masyarakat di Sumatera Utara.
“KA Putri Deli merupakan kereta api yang paling diburu pelanggan. Tingkat keterisian hariannya rata-rata mencapai 100 persen, baik pada hari kerja, akhir pekan, maupun saat periode libur panjang,” ujar Anwar, Senin (16/6/2026).
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap KA Putri Deli menunjukkan bahwa moda transportasi kereta api semakin dipercaya karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, bebas macet, dan tepat waktu.
Anwar menjelaskan, kontribusi penumpang KA Putri Deli juga sangat signifikan terhadap total pelanggan kereta api di wilayah Divre I Sumut. Dari total 1.145.548 pelanggan kereta api di Sumatera Utara selama Januari hingga Mei 2026, sebanyak 47 persen di antaranya merupakan pengguna KA Putri Deli.
“Data ini menjadi bukti betapa vitalnya peran KA Putri Deli dalam menghubungkan pusat ekonomi Kota Medan dengan wilayah pesisir timur Sumatera Utara,” jelasnya.
Selain itu, tingginya okupansi KA Putri Deli juga dipengaruhi faktor tarif yang sangat terjangkau. Sebagai layanan kereta api Public Service Obligation (PSO) yang mendapat subsidi pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, tiket KA Putri Deli dibanderol hanya Rp27.000 untuk jarak terjauh.
Dengan tarif ekonomis tersebut, masyarakat memiliki akses transportasi yang lebih murah namun tetap nyaman dan efisien untuk berbagai keperluan, mulai dari bekerja, pendidikan, hingga aktivitas perdagangan.
“Setiap harinya tersedia tiga jadwal keberangkatan dari Stasiun Medan dan tiga keberangkatan dari Stasiun Tanjungbalai. Hal ini memberikan fleksibilitas waktu perjalanan bagi pelanggan. Selain itu, rute perjalanan KA Putri Deli juga sangat strategis karena menghubungkan sejumlah kota dan kabupaten di kawasan pesisir timur Sumatera Utara,” tambah Anwar.
Melihat tingkat okupansi yang hampir selalu penuh, KAI Divre I Sumut mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal. Tiket KA Putri Deli dapat dipesan mulai H-45 sebelum keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi booking.kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya.
KAI juga menilai kehadiran KA Putri Deli tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi antardaerah, tetapi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar jalur lintasan kereta.
“Kehadiran KA Putri Deli turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal, mulai dari angkutan lanjutan, aktivitas UMKM, hingga warung-warung di sekitar stasiun. Ini menjadi bukti bahwa layanan kereta api mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi yang inklusif bagi daerah yang dilintasinya,” pungkas Anwar.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)