Fokus RNI dan Putra Putri Pemulihan Sumut Bangun Sinergi Anti Narkoba Bersama BNNK Deli Serdang
GIMIC.ID, DELI SERDANG – Lembaga Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia (Fokus RNI) bersama para Winner Putra Putri Pemulihan Sumatera Utara (PPPSU) melakukan audiensi dan silaturahmi ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang, Senin (8/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala BNNK Deli Serdang, Kombes Pol. Dr. Josua Tampubolon, SH, MH, beserta jajaran di Kantor BNNK Deli Serdang. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dalam membangun gerakan perang terhadap narkoba melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan pemuda.
Dalam sambutannya, Josua Tampubolon menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan kepemudaan yang mendorong kreativitas, edukasi, dan semangat pemulihan, termasuk ajang Putra Putri Pemulihan Sumatera Utara.
“Ajang seperti ini sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang sehat, produktif, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kami mendukung penuh kegiatan yang mampu menjadi wadah positif bagi anak-anak muda untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, para finalis dan winner PPPSU juga menampilkan berbagai bakat, kemampuan, serta prestasi yang mereka miliki. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari jajaran BNNK Deli Serdang sebagai bukti bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan melalui kegiatan positif dan inspiratif.
Salah satu Winner PPPSU yang juga menjabat sebagai Brand Ambassador, Queena Rexa Somela, menyoroti pentingnya edukasi sejak dini dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, banyak kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja berawal dari kebiasaan merokok maupun penggunaan vape.
“Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar generasi muda tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika. Pencegahan harus dimulai dari hal-hal yang terlihat sederhana namun berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya,” ungkap siswi SMAN 1 Medan tersebut.
Queena yang juga tercatat sebagai juara lomba penyuluhan narkoba tingkat sekolah di lingkungan BNNP Sumatera Utara selama tiga tahun berturut-turut itu turut mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para korban penyalahgunaan narkotika yang sedang menjalani proses pemulihan.
“Mereka membutuhkan dukungan sosial dan kesempatan untuk bangkit. Jangan berikan stigma atau label negatif kepada mereka yang sedang berjuang memperbaiki hidupnya,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Fokus RNI, Mifta Fariz Boli Malakalu, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan BNNK Deli Serdang kepada seluruh finalis dan tim yang hadir.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program dan kegiatan positif yang mampu mendorong pemuda berkreasi, mengembangkan potensi diri, serta aktif dalam kampanye sosial dan kemanusiaan,” ujar Fariz.
Ia berharap audiensi tersebut menjadi awal terbangunnya sinergi yang semakin kuat antara lembaga rehabilitasi, pemerintah, dan generasi muda dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara.
“Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Kita harus bergandengan tangan membantu memulihkan keluarga, saudara, teman, dan masyarakat yang terjerumus narkoba,” katanya.
Fariz menegaskan bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa.
“Kita harus kuat, kita harus bisa, dan kita harus berhasil memerangi narkoba agar masa depan generasi muda tidak rusak dan mampu mewujudkan Generasi Emas 2045,” pungkasnya.
Ajang Putra Putri Pemulihan Sumatera Utara sendiri merupakan wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan gerakan anti narkoba melalui pendekatan kreatif, edukatif, dan inovatif. Program yang diinisiasi dan didukung penuh oleh Fokus RNI tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap isu narkotika, berani mengampanyekan gaya hidup sehat tanpa narkoba, serta menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.(*)