1. Beranda
  2. Infrastruktur
  3. Transportasi

Stasiun Mambang Muda Jadi Poros Mobilitas dan Penggerak Ekonomi Labuhanbatu Utara

Oleh ,

Suasana aktivitas penumpang di Stasiun Mambang Muda, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Stasiun yang menjadi penghubung utama masyarakat dengan berbagai kota di Sumatera Utara ini mencatat peningkatan volume pelanggan sepanjang tahun 2026.

GIMIC.ID, LABUHANBATU UTARA – Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, Stasiun Mambang Muda terus mengukuhkan perannya sebagai pintu gerbang transportasi utama yang menghubungkan Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan berbagai kota strategis di Sumatera Utara.

Sebagai infrastruktur vital, stasiun ini tidak hanya menjadi saksi sejarah perkembangan daerah, tetapi juga menjadi penggerak roda ekonomi dan sosial masyarakat melalui layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan letak geografis Stasiun Mambang Muda yang dekat dengan pusat pemerintahan membuat stasiun tersebut memiliki posisi strategis bagi mobilitas masyarakat.

“Letak geografis yang dekat dengan pusat pemerintahan menjadikan Stasiun Mambang Muda sebagai pintu masuk sekaligus poros mobilitas krusial yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Labuhanbatu Utara untuk melakukan interaksi sosial antardaerah,” ujar Anwar.

Secara historis, Stasiun Mambang Muda memiliki rekam jejak panjang dalam perkembangan transportasi di Sumatera Utara. Stasiun ini pertama kali beroperasi pada 19 Agustus 1937 bersamaan dengan dibukanya jalur kereta api lintas Kisaran–Mambang Muda–Rantauprapat.

Pada masa itu, stasiun ini menjadi salah satu gerbang utama menuju wilayah Kesultanan Kualuh yang berdiri sejak tahun 1829.

Kini, di era modern, posisi Stasiun Mambang Muda semakin strategis karena hanya berjarak sekitar empat kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu Utara di Aek Kanopan yang resmi menjadi ibu kota kabupaten sejak pemekaran daerah pada 21 Juli 2008.

Tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan kereta api di stasiun ini terlihat dari pertumbuhan jumlah penumpang yang terus meningkat.

Sepanjang Mei 2026, tercatat sebanyak 4.321 pelanggan menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Mambang Muda. Angka tersebut meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 3.688 pelanggan.

Sementara secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, volume pelanggan mencapai 23.156 orang atau tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 19.183 pelanggan.

Melalui layanan KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif, Stasiun Mambang Muda menjadi penghubung utama masyarakat serta pelaku usaha di Labuhanbatu Utara dengan sejumlah koridor ekonomi penting mulai dari Kisaran hingga Kota Medan.

Konektivitas tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap penguatan sektor perkebunan kelapa sawit dan karet yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Selain itu, akses transportasi yang semakin mudah juga mendukung peningkatan kunjungan masyarakat dan wisatawan ke kawasan Aek Kanopan dan sekitarnya.

Anwar menambahkan, meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api menjadi motivasi bagi KAI Divre I Sumatera Utara untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan.

“Peningkatan minat masyarakat ini kami respons sebagai amanah untuk terus berinovasi. KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen penuh untuk melakukan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Mambang Muda guna menjamin pengalaman bermobilisasi yang semakin menyenangkan bagi seluruh masyarakat Labuhanbatu Utara,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga